Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.650, Warga Padangsidimpuan Keluhkan Beban Ekonomi

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Rizal Oloan Nasution
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
SPBU Kota Padangsidimpuan di Jalan Simarlian Kosong, Kecamatan Padangsidimpuan Utara (Foto: Rizal Oloan Nasution/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, PADANGSIDIMPUAN - Kenaikan harga BBM jenis Pertamax sebesar Rp4.050 dari Rp12.600 menjadi Rp16.650 per liter menuai tanggapan beragam dari masyarakat Kota Padangsidimpuan. 

Masyarakat umumnya mengaku keberatan, karena kenaikan tersebut dinilai akan berdampak langsung terhadap pengeluaran harian, terutama bagi pekerja yang mengandalkan kendaraan pribadi untuk beraktivitas.

Baca Juga : Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.650, Pengamat: Picu Gejolak Ekonomi dan Antrean Panjang

Salah satu warga Kota Padangsidimpuan, Muhamad Zulfakhri Amzah Harahap, mengatakan, kenaikan harga Pertamax akan menambah beban biaya transportasi masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya stabil.

Baca Juga : Pertamina Terbitkan Harga Baru BBM, Ini Rinciannya

"Kami memahami bahwa penyesuaian harga mungkin dipengaruhi berbagai faktor, tetapi yang dirasakan masyarakat adalah bertambahnya pengeluaran setiap hari. Bagi warga yang rutin menggunakan kendaraan untuk bekerja, mengantar anak sekolah, atau menjalankan usaha kecil, tentu kenaikan ini cukup terasa," ujarnya, Rabu (10/6/2026).

Menurut Zulfakhri, masyarakat daerah seperti Padangsidimpuan memiliki keterbatasan pilihan transportasi umum dibanding kota-kota besar. Akibatnya, kendaraan pribadi masih menjadi kebutuhan utama untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Baca Juga : Bekal Memasuki Dunia Kerja, Mahasiswa Fisip Universitas Graha Nusantara Gelar Praktikum dan Mini Riset

"Kondisi di Padangsidimpuan berbeda dengan kota besar yang memiliki banyak alternatif transportasi. Di sini masyarakat masih sangat bergantung pada sepeda motor. Ketika harga BBM naik, dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat menengah ke bawah," ungkapnya. 

Baca Juga : PLN UP3 Padangsidimpuan MoU Pasang Baru dan Perubahan Daya dengan Total Kapasitas 2,77 MVA

Selain itu, warga juga mengkhawatirkan efek lanjutan dari kenaikan BBM terhadap harga kebutuhan pokok dan biaya distribusi barang. Pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa kenaikan harga bahan bakar sering diikuti oleh naiknya ongkos transportasi dan harga sejumlah kebutuhan masyarakat.

"Kekhawatiran kami bukan hanya pada harga BBM itu sendiri, tetapi efek berantainya. Biaya angkut barang bisa meningkat, harga kebutuhan pokok berpotensi naik, sementara daya beli masyarakat belum tentu ikut meningkat," tambahnya.

Baca Juga : Iluni UI Desak Pemerintah Perketat LHKPN untuk Tekan Korupsi

Masyarakat berharap pemerintah dan pihak terkait dapat memberikan penjelasan yang transparan mengenai kebijakan penyesuaian harga BBM serta mengambil langkah-langkah yang dapat meringankan beban masyarakat, khususnya di daerah.

"Kami berharap ada kebijakan yang berpihak kepada rakyat agar kenaikan harga tidak semakin menekan kondisi ekonomi masyarakat kecil," tutupnya.

(Ron/Nusantaraterkini.co)