Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Antisipasi Harga Pangan Melonjak Jelang Iduladha, Disdag Palembang Gelar Pasar Murah di 5 Kecamatan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kepala Bidang Sarana dan Sarana Distribusi Perdagangan (SSDP) Dinas Perdagangan Kota Palembang, Elsa Noviani saat diwawancarai, Rabu (13/5/2026). (Foto: Tia/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Mulai pekan depan, Dinas Perdagangan Kota Palembang akan menyelenggarakan pasar murah di 5 kecamatan mulai. 

Hal ini guna mengantisipasi hambatan distribusi komoditas serta kenaikan harga pangan akibat cuaca ekstrem menjelang Hari Raya Iduladha.

Baca Juga : BPS Sumsel: Mobilisasi Lebaran dan THR Jadi Motor Utama Penggerak Ekonomi Daerah

Kepala Bidang Sarana dan Sarana Distribusi Perdagangan (SSDP) Dinas Perdagangan Kota Palembang, Elsa Noviani menyampaikan, langkah ini menyusul adanya pengurangan pasokan di pasar tradisional akibat disfungsi pada tingkat produsen hingga distributor.

Baca Juga : Warga Serbu Pasar Murah IWAPI Sumsel di Ilir Barat I Palembang

“Berkurang di pasar-pasar tradisional, dikarenakan itu memang disfungsi dari produsen sampai ke tingkat distributor, memang ada hambatan,” ujar Elsa Noviani kepada wartawan, Rabu (13/5/2026).

Elsa menuturkan, program pasar murah tersebut akan menjadi ikon pengendalian harga dengan menyediakan komoditas utama berupa beras SPHP dan MinyaKita.

Baca Juga : Curi Mesin Giling Ikan, Dua Warga Jakabaring Diringkus Jatanras Polda Sumsel

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung setiap hari secara berturut-turut di wilayah Kecamatan Gandus, Sukarami, Sako, Alang-Alang Lebar, dan Ilir Timur I dengan menggandeng para pemasok.

Baca Juga : Debarkasi Palembang Telah Pulangkan 3.101 Jamaah Haji Asal Sumsel dan Babel

“Pasar murah kita laksanakan di Gandus, Sukarami, Sako, Alang-Alang Lebar, dan Ilir Timur I. Itu untuk di bulan ini, untuk bulan Mei. Nanti bulan Juni, untuk pengendalian harga di Kota Palembang, kita adakan lagi 5 hari berturut-turut. Kita akan melaksanakan pasar murah, itu ikonnya pasti ada SPHP dan Minyakita di sana yang bekerjasama dengan para pemasok,” ungkapnya.

Meskipun stok pangan secara umum dinilai stabil dan tidak ada kelangkaan, Elsa mengakui adanya tren kenaikan harga pada komoditas hortikultura seperti cabai dan bawang.

Baca Juga : PLN UP3 Padangsidimpuan Tebar Kepedulian Iduladha, Sembelih 4 Sapi dan 1 Kambing untuk Warga

Hal tersebut dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem dan hujan yang berdampak langsung pada produktivitas tanaman serta harga di tingkat pasar.

Baca Juga : Wujud Syukur Iduladha, Kodim 0212/TS Sembelih 6 Sapi dan 8 Kambing untuk Prajurit dan Warga

“Kalau komoditas langka itu alhamdulillah tidak ada, sudah stabil semua. Tapi memang agak naik beberapa bahan masak antara lain cabai, bawang, itu memang mengalami kenaikan. Karena memang kalau tanaman hortikultura seperti itu pasti mengalami kenaikan apabila ada hujan ataupun cuaca yang ekstrem. Itu pasti akan mengalami dampak dari tanaman itu, harganya pasti naik,” jelasnya.

Program pasar murah ini akan dilakukan secara berkelanjutan, dimulai pada bulan Mei dan akan dilanjutkan kembali pada bulan Juni mendatang selama lima hari berturut-turut.

“Tentunya kita berharap upaya ini dapat menjaga stabilitas harga pangan di tengah masyarakat,” ucap dia.

(Tia/Nusantaraterkini.co)