Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Panitia kurban Masjid Taqwa Palembang menyembelih sebanyak 13 ekor sapi dan 7 ekor kambing termasuk satu sapi bantuan milik Presiden Republik Indonesia bernama “Arjuna” seberat 1,18 ton pada perayaan Hari Raya Iduladha, Rabu (27/5/2026).
Proses pemotongan dan pengemasan logistik daging kurban tersebut dikawal ketat oleh pihak pengelola tempat ibadah, agar penyalurannya berjalan tertib serta tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak.
Baca Juga : PLN UP3 Padangsidimpuan Tebar Kepedulian Iduladha, Sembelih 4 Sapi dan 1 Kambing untuk Warga
“Sapi presiden dipotong pertama kali, kemudian dilanjutkan ke sapi Kapolda, lalu ke sapi saya, dan seterusnya sapi dari mantan-mantan pejabat di Sumsel seperti Dodi Reza Alex Noerdin, dan Pak Hatarajasa. Mulainya tadi sekitar jam 09.00 WIB,” ujar Ketua Umum Masjid Taqwa Palembang Darna Dahlan saat diwawancarai di sela proses penyembelihan, Rabu (27/5/2026).
Baca Juga : Wujud Syukur Iduladha, Kodim 0212/TS Sembelih 6 Sapi dan 8 Kambing untuk Prajurit dan Warga
Demi menjamin ketertiban dan mencegah kerumunan, mekanisme pengambilan kupon diserahkan kepada perwakilan aparatur lingkungan setempat.
Baca Juga : Gubernur Sumsel Akan Laksanakan Sholat Iduladha 1447 H di Griya Agung
“Untuk pembagian kupon kepada warga yang berhak, kami mempercayakannya kepada RT masing-masing. Karena RT lebih mengetahui kondisi warganya,” imbuhnya.
Ia mengatakan, kelompok masyarakat kurang mampu serta warga di sekitar area tempat ibadah menjadi skala prioritas utama penerima bantuan.
Baca Juga : Gubernur Herman Deru Serahkan Sapi Kurban Presiden ke Masjid Taqwa
“Dalam pembagian kurban ada beberapa prioritas, yaitu untuk fakir miskin dan masyarakat sekitar masjid. Karena itu warga di sekitar lingkungan masjid juga mendapatkan bagian,” katanya.
Pihak panitia menganggap seluruh pengurus rukun tetangga (RT) setempat sebagai bagian dari keluarga besar lingkungan masjid.
“RT-RT di sekitar masjid, kami anggap sebagai bagian dari tetangga lingkungan masjid,” ungkapnya.
Ia menyebut sejauh ini rincian data jumlah hewan kurban di areanya masih sama dengan pencatatan sebelumnya.
“Sampai hari ini belum ada penambahan jumlah hewan kurban. Total saat ini ada 13 ekor sapi dan 7 ekor kambing,” sebutnya.
Kendati demikian, panitia tetap mengantisipasi jika ada warga yang menyusul untuk memberikan hewan kurban.
“Kalau nanti masih ada tambahan dari masyarakat yang datang berkurban, maka akan kembali disiapkan pembagiannya,” ucapnya.
Panitia juga telah mengemas stok logistik dalam bentuk paket siap sebar dan mencatat rekam jangkauan penerima berkaca pada periode lalu.
“Kami sudah menyiapkan kantong-kantong daging kurban. Tahun kemarin jumlah penerima sekitar 2.000 orang termasuk untuk mustahik,” tuturnya.
Ia menegaskan jika warga dilarang mengantre secara personal, melainkan diwakili langsung oleh ketua RT masing-masing demi menjaga ketertiban.
“Pembagian dilakukan melalui RT masing-masing. Jadi RT yang mengambil jatah warganya, bukan masyarakat datang langsung satu per satu. Cara seperti itu dianggap lebih baik dan lebih tertib,” ulasnya.
Proses penyerahan paket daging kurban tersebut dijadwalkan berjalan pada siang hari setelah seluruh tahapan pemotongan selesai.
“Untuk pembagian daging kurban kemungkinan dimulai sekitar pukul 14.00 WIB setelah seluruh proses pemotongan, pencacahan, dan pengemasan selesai dilakukan,” lanjutnya.
Pihak panitia berharap proses pembagian logistik daging kurban ini dapat berjalan lancar tanpa kendala.
“Kami berharap pelaksanaan pembagian kurban ini berjalan dengan baik sehingga dapat dibagikan kepada masyarakat yang memang berhak menerima,” ucap dia.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
