Nusantaraterkini.co, ACEH - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memastikan seluruh layanan kesehatan yang terdampak banjir besar pada 1 Desember lalu kini telah pulih sepenuhnya.
Sebanyak 87 rumah sakit yang sempat berhenti beroperasi akibat banjir kini kembali melayani masyarakat, meski sebagian masih dalam tahap penyempurnaan fasilitas.
“Pada awal bencana, 87 rumah sakit berhenti beroperasi. Namun berkat bantuan TNI dan berbagai pihak, dalam waktu dua minggu seluruh rumah sakit sudah bisa beroperasi kembali. Pada 14 Desember, semua rumah sakit sudah buka, meskipun belum 100 persen optimal,” katanya, Sabtu (10/1/2026).
Menurut Budi, pada minggu pertama pascabencana, 9 rumah sakit sama sekali tidak dapat beroperasi akibat tingginya genangan banjir. Namun memasuki minggu ketiga Desember, seluruh rumah sakit berhasil difungsikan kembali.
Baca Juga : Pascabanjir Bandang, RSU Cut Meutia Langsa di Penuhi Pasien Korban Banjir
Selain rumah sakit, banjir juga berdampak pada fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama. Dari 867 puskesmas yang terdampak, sebanyak 52 puskesmas sempat tidak dapat beroperasi sama sekali.
Saat ini, tersisa tiga puskesmas yang harus dibangun ulang karena mengalami kerusakan berat dan tidak memungkinkan untuk diperbaiki.
“Tiga puskesmas ini harus dibangun baru, termasuk yang berada di Jambur Laklak. Lokasi baru sudah kami dapatkan dari bupati setempat dan mudah-mudahan pembangunan bisa dimulai minggu depan oleh Kementerian PUPR,” jelasnya.
Ribuan Relawan Dikerahkan
Dalam masa tanggap darurat, Kemenkes, kata Budi Gunadi, juga mengerahkan relawan kesehatan untuk melayani masyarakat terdampak. Sekitar 700–800 relawan kesehatan diterjunkan setiap dua minggu untuk menangani lebih dari 1.000 posko pengungsian serta 120 desa yang sempat terisolasi.
Relawan berasal dari berbagai institusi, termasuk rumah sakit pendidikan, fakultas kedokteran, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), hingga relawan internasional. Menkes mengapresiasi dukungan relawan dari Malaysia yang turut membantu pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.
“Kami bahkan mengirim relawan melalui jalur Malaysia karena lebih cepat dan jauh lebih murah. Ini sangat membantu,” ungkapnya.
Namun demikian, ia meminta dukungan DPR agar dapat membantu pengaturan tiket dan logistik relawan kesehatan agar biaya tidak memberatkan para relawan.
Masuk Tahap Pemulihan Penuh
Saat ini, Kemenkes, lanjut Budi, telah memasuki tahap ketiga, yaitu pemulihan 100 persen layanan kesehatan. Pemerintah telah mendata seluruh kebutuhan rumah sakit dan puskesmas, mulai dari ambulans, ventilator, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), alat rontgen, CT scan, hingga peralatan nonmedis seperti komputer dan meja.
Untuk mempercepat pemulihan, Kemenkes membuka peluang donasi langsung ke rumah sakit dan puskesmas terdampak tanpa harus melalui kementerian. Seluruh kebutuhan akan ditampilkan secara transparan melalui platform daring.
Baca Juga : RS Adam Malik Kerahkan Tim Medis Bantu Korban Bencana Banjir Sumut dan Aceh
“Kami akan buka data kebutuhan rumah sakit dan puskesmas secara terbuka. Pihak yang ingin berdonasi bisa langsung menyalurkan bantuannya. Kami mohon dukungan DPR untuk mengajak mitra-mitra membantu pengisian kebutuhan ini,” tegasnya.
Dengan langkah tersebut, pemerintah berharap pemulihan layanan kesehatan pascabencana dapat berlangsung cepat, transparan, dan berkelanjutan, sehingga masyarakat terdampak kembali mendapatkan pelayanan kesehatan secara optimal.
(cw1/nusantaraterkini.co)
