Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Kepolisian Sektor (Polsek) Gandus, Palembang mengamankan seorang wiraswasta bernama Febrianto alias Ebi (24) buntut foto sosok pocong hasil rekayasa teknologi Artificial Intelligence (AI) di wilayah tersebut.
Langkah ini diambil setelah foto buatan pelaku viral di berbagai platform media sosial, hingga memicu keresahan dan kehebohan di tengah masyarakat wilayah Gandus pada, Senin (18/5/2026).
Baca Juga : Polisi Buru Pria Berjaket Ojol Pelaku Asusila Anak di Gandus Palembang
"Kami telah mengamankan pembuat konten yang viral tersebut. Setelah dilakukan pemeriksaan dan klarifikasi, yang bersangkutan mengakui bahwa foto pocong yang beredar di media sosial merupakan hasil editan menggunakan teknologi AI," ujar Kapolsek Gandus, AKP I Made Budi Harta, Minggu (31/5/2026).
Baca Juga : Tongkang Hanyut Hantam Pemukiman di Gandus Palembang, Rumah Warga Roboh
AKP I Made Budi Harta mengatakan jika banyak warga yang sempat memercayai foto rekayasa tersebut sebagai kejadian nyata. Bahkan, tidak sedikit masyarakat yang membagikan ulang foto itu ke berbagai grup media sosial sehingga membuat isu tersebut semakin berkembang luas.
"Foto tersebut sempat membuat masyarakat bertanya-tanya dan menimbulkan keresahan. Setelah kami lakukan pendalaman, ternyata foto itu bukan kejadian sebenarnya, melainkan hasil rekayasa digital menggunakan AI," katanya.
Baca Juga : Hadapi Risiko Pekerjaan Tergeser AI, Menaker Ajak Negara Asia Pasifik Perkuat Pelatihan Tenaga Kerja
Dalam proses pemeriksaan, tersangka cukup bersikap kooperatif dan juga mengakui semua perbuatannya. Aparat penegak hukum mengapresiasi sikap pelaku yang bersedia mengakui kesalahan secara terbuka. Klarifikasi ini dinilai sangat penting untuk meluruskan asumsi keliru dan membantah isu mistis yang sempat beredar di tengah masyarakat.
Baca Juga : Percepat Transformasi Digital, Pemerintah Kembangkan GovTech Berbasis AI untuk Perkuat Penerimaan Negara
"Yang bersangkutan sudah mengakui perbuatannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat. Klarifikasi ini penting agar tidak ada lagi kesalahpahaman atau informasi yang menyesatkan di tengah masyarakat," katanya.
Terkait fenomena tersebut, Kapolsek mengimbau masyarakat agar tidak mudah memercayai konten visual di internet tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan perkembangan teknologi kecerdasan buatan saat ini sudah mampu menghasilkan gambar manipulasi yang terlihat sangat meyakinkan.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan informasi atau foto yang belum jelas sumber dan kebenarannya. Saat ini teknologi AI bisa membuat gambar yang sangat meyakinkan. Karena itu masyarakat harus lebih kritis sebelum mempercayai atau menyebarkan sebuah konten," tegasnya.
Pihak kepolisian juga memberikan peringatan tegas kepada para pembuat konten, agar lebih bijak dan bertanggung jawab. Para kreator diingatkan untuk selalu memikirkan dampak sosial dari setiap karya digital yang mereka publikasikan ke ruang siber.
"Silakan berkreasi di media sosial, tetapi harus memperhatikan dampaknya. Jangan sampai demi mengejar viral justru membuat masyarakat resah atau menimbulkan informasi yang tidak benar," imbuhnya.
Sementara itu, dalam rekaman video klarifikasinya, pelaku menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang telah ditimbulkan.
"Terkait viralnya foto yang viral di media sosial di Gandus itu, itu fix editan dari AI. Saya pribadi minta maaf atas keresahan masyarakat. Sekali lagi itu kesalahan dari saya pribadi. Itu tidak sengaja. Sekali lagi saya minta maaf," ucap Ebi.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
- Gandus Palembang
- Foto Pocong Viral
- Artificial Intelligence
- AI
- Polsek Gandus
- AKP I Made Budi Harta
- Hoaks Media Sosial
- Konten Viral
- Palembang
- Kecerdasan Buatan
- Foto Editan AI
- Viral di Media Sosial
- Keamanan Siber
- Literasi Digital
- Berita Palembang
- Teknologi AI
- Informasi Menyesatkan
- Media Sosial Indonesia
- Klarifikasi Viral
- Sumatera Selatan
