Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Budiman Sudjatmiko: Prabowo Sosok Paling Pas Meneruskan Program Presiden Jokowi

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko. (Foto: Nanda Prayoga)

Budiman Sudjatmiko: Prabowo Sosok Paling Pas Meneruskan Program Presiden Jokowi 

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming, Budiman Sudjatmiko menilai sosok yang paling pas untuk meneruskan program Presiden Joko Widodo (Jokowi) adalah Prabowo.

Baca Juga : Sikapi Situasi Kisruh Nasional, Aktivis 98 Resolution Network Dorong Bangun Dialog untuk Capai Resolusi Bersama

“Memang ada pada masanya, Indonesia membutuhkan pemimpin yang sipil, populis, turun ke bawah. Tapi hari ini yang pas meneruskan program Pak Jokowi adalah Pak Prabowo,” kata Budiman kepada wartawan di depan Gedung KPU Pusat Jakarta Pusat, Selasa (12/12/2023).

Baca Juga : Budiman Sudjatmiko Tegaskan Dukung Prabowo Bentuk Rekonsiliasi untuk Ciptakan Posisi Sejarah

Sebab, mantan Aktivis tersebut menjelaskan, Indonesia untuk saat ini membutuhkan pemimpin yang bisa membawa Indonesia maju ke depan, bukan sekedar turun kembali ke bawah.

“Hari ini setelah Pak Jokowi mengangkat rakyat Indonesia pada periode pertama, kemudian pada periode kedua membawa bangsa Indonesia ke pentas dunia, kemudian Indonesia (harus) dibawa maju ke depan, maju ke atas lagi, bukan sekedar turun kembali ke bawah,” jelasnya.

Baca Juga : Prabowo Bertemu Jusuf Kalla: Bahas Investasi Rp70 Triliun untuk Swasembada Energi Nasional

Selain itu, Budiman juga menyebutkan, bahwa tugas dari partai ke depannya adalah mengangkat rakyat langsung dari bawah.

Baca Juga : Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO

“Tugas partai kedepan bukan sekedar mengunjungi di bawah tapi mengangkat rakyat langsung dikunjungi naik ke atas bersama-sama karena itu tujuan, tugas, dan cerita kita,” pungkasnya.

Sebelumnya, disinggung soal kegagalan Prabowo, Budiman menyebutkan pada 2014-2019 Prabowo gagal karena stand poinnya tidak pas.

Baca Juga : Gugatan tak Mendasar, Pasangan Amir-Jiji Segera Dilantik jadi Wali Kota Binjai

“Pak Prabowo ya memang ternyata gagal, gagal dari 2014-2019, itu ada pernyataan saya memang, karena stand poin Pak Prabowo pada waktu itu memang tidak pas,” terangnya.

Baca Juga : Transisi Kepemimpinan, Prabowo Minta Calon Wamen Tancap Gas Kerja Maksimal

(mr6/nusantaraterkini.co)