Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Cerita Pedagang Asongan di Arena Debat Pilkada, Sering Diusir Satpol PP

Reporter :  Junaidin Zai
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Putra (31) pedagang asongan yang biasa menjual air mineral dan camilan di sekitar tempat debat kepala daerah digelar. (Foto: Junaidin Zai/Nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN - Pedagang asongan yang biasa menjajakan barang dagangannya di sekitar area acara debat publik sering mengalami kesulitan.

Satpol PP, yang bertugas menjaga ketertiban selama berlangsungnya acara debat, sering kali mengusir para pedagang dari lokasi yang ramai pengunjung tersebut. 

Menurut sejumlah pedagang asongan, meskipun acara debat selalu menarik banyak orang yang datang, mereka justru sering mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari petugas Satpol PP yang meminta mereka untuk segera meninggalkan lokasi.

Baca Juga : Terima Keluhan Warga Medan Tuntungan, Rico Waas Tawarkan Solusi Atasi Banjir

"Kami cuma ingin mencari nafkah dengan menjual makanan ringan dan minuman. Tapi, ya kadang diusir juga sama Satpol-PP," ujar Putra (31), seorang pedagang asongan yang biasa menjual air mineral dan camilan di sekitar tempat debat digelar.

Pedagang lainnya, Wati (35), menambahkan bahwa sering kali mereka tidak diberi kesempatan untuk berjualan lebih lama meski lokasi mereka ramai dikunjungi.

"Kami cuma berjualan, tapi tetap saja diusir. Padahal, kalau ada pembeli, mereka akan lebih nyaman membeli di dekat area yang ramai,” ucapnya.

Baca Juga : Pelajar di Medan Belum Punya SIM Diminta tak Mengendarai Sepeda Motor

Meski begitu, sebagian pedagang mengaku kesulitan dengan larangan tersebut, karena mereka mengandalkan pendapatan dari acara besar seperti debat publik yang dapat menarik banyak orang.

"Kalau tidak ada acara seperti ini, jualan kami sepi. Tapi, kami juga harus patuh pada aturan yang ada," kata Wati.

Para pedagang berharap pemerintah atau pihak terkait dapat mencari solusi yang lebih baik, seperti menyediakan tempat khusus bagi pedagang asongan yang ingin berjualan di sekitar lokasi acara.

Baca Juga : Pawai Mobil Hias Warnai Malam Takbiran di Kota Medan

"Kami tidak ingin mengganggu ketertiban, tapi juga butuh penghidupan," tutup Putra.

(cw7/nusantaraterkini.co)