Nusantaraterkini.co, DELISERDANG–Di sela-sela kepadatan arus suporter yang menuju Stadion Utama Sumatera Utara, tempat berlangsungnya ASEAN U19 Boys Bank Sumut Championship 2026, Agus tampak sibuk merapikan deretan seragam merah-putih yang tergantung rapi di lapaknya.
Pria asal Bandung ini adalah satu dari sekian banyak pedagang musiman yang menggantungkan nasibnya pada setiap laga yang dilakoni oleh Timnas Indonesia. Bagi Agus, sepak bola bukan sekadar pertandingan 90 menit, melainkan peluang untuk menyambung hidup.
Baca Juga : Belum Terima Bantuan Pascabanjir, P Sinaga Warga Tapteng Tetap Kibarkan Merah Putih sebagai Bukti Cinta NKRI
Agus menceritakan bahwa dinamika berjualan atribut tim nasional sangat bergantung pada performa para pemain di lapangan hijau. Pada hari-hari awal pertandingan, ia mengakui bahwa minat pembeli biasanya masih cenderung stabil dan belum menunjukkan lonjakan yang signifikan.
Baca Juga : Momen Mengharukan, Tiga Eks OPM Cium Merah Putih dan Kembali ke NKRI
Namun, ia tetap optimis bahwa situasi akan berubah seiring dengan langkah Skuad Garuda di turnamen ini.
“Masih belum antusiasnya. Begitu Timnas masuk untuk selanjutnya, ya insyaAllah (ramai),” ujar Agus saat ditemui pada hari pertama pertandingan ASEAN U19 Boys Bank Sumut Championship 2026, di Stadion Utama Sumatera Utara yang terletak di Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deliserdang, Provinsi Sumatera Utara, Senin (1/6/2026).
Baca Juga : Totalitas Suporter Garuda: Gemuruh Dukungan dari Tribun Hingga Menit Akhir
Menurutnya, kemenangan Timnas adalah pemicu utama yang menggerakkan tangan masyarakat untuk merogoh kocek dan membeli jersey kebanggaan.
Baca Juga : Indonesia Naik ke Ranking 118 FIFA, Erick Thohir: Tetap Membumi dan Fokus!
Dalam menjalankan usahanya, Agus mematok harga yang cukup bersaing guna menjangkau kantong para suporter. Ia menawarkan jersey Timnas berkisar Rp 120.000 hingga Rp 150.000. Harga tersebut ia anggap ideal untuk kualitas barang yang dibawa langsung dari Bandung.
Untuk target, Agus menargetkan volume penjualan yang besar, berkaca pada pengalaman sebelumnya di ajang seperti Piala Kemerdekaan di mana ia mampu menjual hingga 450 pieces jersey.
Jemput Bola
Perjalanan jauh dari Bandung ke Deliserdang dilakukan Agus dengan strategi "menjemput bola." Ia secara konsisten mengikuti jadwal pertandingan besar dan berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain demi mengejar keramaian. Baginya, momen final adalah puncak harapan yang selalu dinanti-nantikan oleh para pedagang atribut seperti dirinya.
“Harapannya mudah-mudahan Timnas Indonesia masuk final, biar ramai,” pungkasnya penuh harap.
Doa Agus mencerminkan harapan banyak pedagang kecil lainnya, bahwa prestasi Timnas Indonesia di lapangan hijau akan berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan bagi mereka yang berjualan di luar stadion.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
