Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Dituduh Curi HP, Santri di Boyolali Disiram Bensin Lalu Dibakar oleh Tamu Ponpes

Editor :  hendra
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi orang dibakar. (Foto: Jambi Link)

nusantaraterkini.co, BOYOLALI - Seorang santri Pondok Pesantren (ponpes) Darusy Syahadah di Kecamatan Simo, Boyolali, bernama Saini Saputra (16), mengalami luka bakar hingga 38%.

Korban dibakar oleh Galang Setia Darma (21), kakak dari salah satu santri ponpes tersebut.

Peristiwa tersebut terjadi pada Senin (16/12/2024). Kini Galang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Baca Juga : Pengasuh Pesantren Pati Diciduk, DPR Tekankan Perlindungan dan Pemulihan Korban

Kasat Reskrim Polres Boyolali, Iptu Joko Purwadi, menjelaskan, pembakaran Saini bermula ketika Galang menerima aduan dari adiknya yang berinisial E tentang ponselnya yang hilang di ponpes. 

Dari keterangan E kepada Galang, kalau ponsel tersebut dicuri Saini. Galang yang tersulut emosi langsung datang ke ponpes tersebut.

“Galang mendapatkan laporan dari adiknya bahwa ponselnya dicuri Saini,” ujar Joko, Selasa (17/12/2024).

Baca Juga : Pembersihan Puing Musala Al Khoziny Selesai, Jumlah Korban Meninggal jadi 61 Orang

Tiba di ponpes, Galang meminta pengurus untuk mempertemukannya dengan Saini di ruang tamu. Usai bertemu, pihak ponpes kemudian meninggalkan keduanya.

Di dalam ruang tersebut, Galang menutup pintu dan menguncinya. Ia kemudian menginterogasi Saini, menyiramkan bensin ke tubuh korban, dan membakarnya.

“Korban terus menyangkal. Sekitar pukul 23.00, tersangka menyiram Saini dengan Pertalite yang dimasukkan dalam botol bekas minuman kopi,” kata Joko.

Kejadian ini dilaporkan ke polisi, yang segera mengevakuasi Saini ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Saat ini, korban dirawat di RSUD Simo.

Polisi telah menyita barang bukti berupa karpet bekas terbakar, korek api, pakaian korban, dan sisa bensin dalam botol bekas mineral.

Pemimpin Ponpes Darusy Syahadah, Qosdi Ridwanullah, menyayangkan kejadian ini. Dia mengatakan saat peristiwa, lokasi ruangan terkunci dan tepaksa mendobrak pintu untuk menyelamatkan korban dan menangkap pelaku.

“Lokasi kejadian terkunci dari dalam, kami terpaksa mendobrak pintunya dari luar untuk mengamankan pelaku dan menyerahkannya ke polisi,” pungkasnya dikutip Repelita.

(Dra/nusantaraterkini.co).