Nusantaraterkini.co, MEDAN – Sebuah fakta menarik terkait latar belakang Presiden RI Prabowo Subianto terungkap. Orang nomor satu di Indonesia tersebut ternyata memiliki keterikatan sejarah dengan suku Mandailing, Sumatera Utara, melalui marga Rangkuti yang diwariskan dari sang ayah, Prof. Sumitro Djojohadikusumo.
Informasi ini mengemuka setelah mantan Wakil Ketua DPRD Sumut dari Fraksi Gerindra, Harun Mustafa Nasution, menelusuri jejak tempat tinggal Prof. Sumitro di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) pada Januari 2024 lalu.
Baca Juga : Prabowo Bertemu Jusuf Kalla: Bahas Investasi Rp70 Triliun untuk Swasembada Energi Nasional
Dalam penelusurannya, Harun mengunjungi kediaman mendiang Prof. Yusuf Rangkuti, mantan Rektor Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), di Desa Ranto Natas, Kecamatan Panyabungan Timur. Rumah ini merupakan tempat bersejarah di mana Prof. Sumitro pernah tinggal.
Baca Juga : Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO
Menggali Jejak Sejarah di Rumah Prof. Yusuf Rangkuti
Harun menemukan buku harian peninggalan Prof. Yusuf Rangkuti, sahabat karib Sumitro, yang mencatat kedekatan hubungan mereka.
“Pak Sumitro pernah tinggal di sini. Buku harian ini merekam jejak sejarah pertemanan Pak Sumitro dengan Pak Yusuf Rangkuti,” ujar Harun dikutip dari Instagram miliknya, Jumat (5/6/2026).
Catatan tersebut juga mengungkap hubungan erat antara Prof. Sumitro dengan tokoh nasional lainnya, termasuk Jenderal Abdul Haris Nasution.
Harun menegaskan bahwa rumah Prof. Yusuf merupakan tempat di mana Prof. Sumitro secara adat menerima marga Rangkuti.
“Di rumah inilah Prof. Sumitro diberikan gelar adat, sehingga beliau menyandang marga Rangkuti. Dengan demikian, secara otomatis Pak Prabowo pun memiliki marga Rangkuti. Hal ini menjadikan beliau bagian dari masyarakat Mandailing,” tambah Harun.
Kenangan Masa Lalu dan Gelar Adat
Bukti historis lainnya berupa dokumentasi foto tempo dulu yang memperlihatkan keakraban Prof. Sumitro dengan Prof. Yusuf Rangkuti, yang kini tersimpan rapi oleh keluarga mendiang.
Nuri Ni Inanta Rangkuti, putri Prof. Yusuf Rangkuti, turut mengenang pertemuan masa kecilnya dengan keluarga besar Prof. Sumitro di Medan. Ia mengingat sosok Prabowo Subianto yang saat itu masih remaja.
“Pak Prabowo masih remaja saat itu,” kenang Nuri.
Selain marga Rangkuti, Prof. Sumitro juga dianugerahi gelar adat Sutan Barani Rangkuti. Gelar ini diberikan oleh Raja Martenggang, saudara kandung Prof. Yusuf Rangkuti, sebelum Sumitro kembali ke Jakarta.
Diketahui, Prof. Sumitro sempat bermukim selama kurang lebih lima tahun di Desa Ranto Natas.
Harapan Kunjungan Sang Presiden
Melihat bukti-bukti kuat mengenai hubungan emosional dan historis sang ayah dengan tanah Mandailing, Harun berharap Presiden Prabowo Subianto suatu saat nanti dapat meluangkan waktu untuk mengunjungi Desa Ranto Natas, tempat yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup ayahnya.
Sebagai catatan, Prof. Sumitro Djojohadikusumo dikenal sebagai begawan ekonomi dan politikus terkemuka Indonesia. Beliau pernah mengemban amanah sebagai Menteri Perdagangan dan Industri, Menteri Keuangan, hingga Menteri Riset di era Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto.
(*/nusantaraterkini.co)
