Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

DPR Tekankan Rekrutmen 30.000 Manajer Kopdes Merah Putih Harus Bebas Titipan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Rivqy Abdul Halim di sela-sela Raker Komisi VI DPR. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR Rivqy Abdul Halim, menyoroti rencana rekrutmen 30.000 manajer Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. 

Ia menegaskan, proses seleksi harus dilakukan secara transparan dan mengedepankan merit system, yakni berdasarkan kualifikasi, kompetensi, serta kinerja secara adil.

Baca Juga : Strategi Ekonomi Akar Rumput: Mendes Yandri Susanto Pacu Kemandirian Desa Lewat Kopdes Merah Putih

Menurut Rivqy, proses rekrutmen tidak boleh diwarnai praktik titipan maupun intervensi dari pihak tertentu. Profesionalitas, kata dia, harus menjadi landasan utama dalam penentuan calon manajer.

Baca Juga : Prabowo Targetkan 60 Ribu Kopdes Merah Putih Bakal Beroperasi hingga Akhir 2026

“Rekrutmen harus benar-benar mengedepankan profesionalitas. Tidak boleh ada titipan orang dalam,” ujarnya, Sabtu (18/4/2026).

Ia menjelaskan, posisi manajer Kopdes memiliki peran yang sangat strategis dalam menjalankan operasional koperasi. Karena itu, jabatan tersebut harus diisi oleh individu yang memiliki kompetensi serta pengalaman dalam tata kelola koperasi.

Baca Juga : Komisi VI Dukung Rel Banda Aceh-Bandar Lampung, Minta Jalur Eksisting Dioptimalkan

“Manajer Kopdes harus paham tata kelola koperasi. Kalau tidak mengerti dan tidak punya pengalaman, akan sulit menjalankan koperasi dengan baik,” tegasnya.

Baca Juga : Harga Tiket Pesawat Naik, Anggota DPR Rivqy Halim Desak Transparansi Struktur Biaya

Selain kompetensi dan pengalaman, Rivqy juga menyoroti pentingnya integritas bagi setiap calon manajer. Menurutnya, pengelolaan keuangan koperasi memerlukan kejujuran dan tanggung jawab yang tinggi.

“Integritas itu kunci. Kalau manajer tidak amanah dan melakukan penyelewengan, koperasi bisa bubar,” katanya.

Lebih lanjut, ia menilai program Kopdes Merah Putih merupakan program baru yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Oleh sebab itu, seluruh persiapan, termasuk pemilihan sumber daya manusia, harus dilakukan secara matang dan serius.

“Karena ini program prioritas, maka harus dipersiapkan dengan serius. Pilih orang-orang yang tepat, yang benar-benar handal,” ujarnya.

Ia menambahkan, seorang manajer Kopdes tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus mampu membangun komunikasi dan kepercayaan dengan masyarakat desa.

“Manajer harus bisa berinteraksi dan membangun kepercayaan masyarakat. Itu penting agar koperasi bisa berkembang dan memberikan manfaat nyata,” pungkasnya.

(LS/Nusantaraterkini.co)