Nusantaraterkini.co, TAPTENG - Empat desa di Kecamatan Tukka, Kabupten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara (Sumut) hingga kini masih terisolasi karena jalan dan jembatan masih putus.
Kondisi ini masih berlangsung, meski bencana dua bulan lamanya telah berlalu.
Baca Juga : Kasum TNI Tinjau Rehabilitasi Pascabencana dan Serahkan Bantuan Air Bersih di Tapanuli
Akibatnya, ekonomi masyarakat desa berpenduduk sekitar 1.000 keluarga itu masih lumpuh.
Baca Juga : Tiga Bulan Gaji Tak Dibayar, Mantan Kepling Somasi Camat dan Lurah Di Tapteng
Selain itu, listrik juga belum mengalir di desa tersebut sehingga membuat desa tersebut masih gelap gulita tanpa berpenghuni.
Empat desa terisolasi itu adalah Desa Sigiring-Giring, Sait Nihuta Kalangan II, Aek Bontar, dan Saur Manggita.
Baca Juga : Belum Terima Bantuan Pascabanjir, P Sinaga Warga Tapteng Tetap Kibarkan Merah Putih sebagai Bukti Cinta NKRI
Desa-desa ini berjarak 10-20 kilometer dari pusat kabupaten Tapanuli Tengah. Sekitar 10 kilometer lebih antaranya terputus karena jalan tertimbun longsor, ambles, dan tampukkan material batu dan jembatan putus di beberapa lokasi.
Baca Juga : HUT ke-71 Founder, PT MBK Ventura Salurkan CSR MCK dan Air Bersih untuk Korban Bencana Tapteng
”Kami sangat terpukul selama dua bulan ini karena akses jalan ke desa kami putus total. Kami menjual hasil pertanian seperti karet, durian dan berbagai jenis buah-buahan dengan berjalan kaki 4-8 jam sekali jalan,” kata Hutabarat warga Hutanabolon lorong 4, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Senin (3/2/2026).
Saat ini di lokasi pemerintah telah berupaya dengan kerja keras untuk pemulihan pascabencana alam pada November 2025 lalu.
Baca Juga : Maruarar Sirait Puji Gus Irawan: Tapsel Tercepat di Indonesia Tuntaskan Huntap Korban Bencana
Hadirnya Pemerintah Pusat dan Daerah, TNI - Polri, diharapkan bisa memdorong ekonomi perlahan membaik.
Baca Juga : Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak Lepas Bantuan Polrestabes Medan untuk Korban Banjir Sumut
(*/nusantaraterkini.co)
