Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Empat Jemaah Haji Debarkasi Palembang Meninggal Dunia di Tanah Suci

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumsel, M Arkan Nurwahiddin saat diwawanacarai di Asrama Haji Palembang, Selasa (2/6/2026). (Foto: tia/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumsel, M Arkan Nurwahiddin menyebut ada empat jemaah haji dari wilayah kerja Debarkasi Palembang yang wafat di Arab Saudi.

"Untuk jemaah yang wafat, tercatat ada empat orang. Tiga orang berasal dari Sumatera Selatan dan satu orang dari Bangka Belitung," ujar Arkan saat diwawancarai, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga : 47.012 Jemaah Haji Indonesia Telah Tiba di Tanah Air, Kemenhaj Fokus Kawal Kepulangan

Arkan menjelaskan, seluruh jemaah tersebut meninggal dunia bukan pada hari ini, melainkan beberapa hari lalu saat prosesi ibadah masih berlangsung di Arab Saudi.

Baca Juga : Penerbangan Delay, Kepulangan Jemaah Haji Kloter 2 Medan ke Tanah Air Tertunda

"Namun peristiwa wafat tersebut sudah terjadi beberapa waktu lalu, bahkan salah satunya sekitar tiga hari yang lalu," jelasnya.

Di sisi lain, ia juga turut mengungkapkan rasa bahagianya atas kepulangan rombongan kloter perdana yang berjalan lancar.

Baca Juga : 1.770 Jemaah Haji asal Sumsel Telah Dipulangkan ke Tanah Air

"Alhamdulillah, kloter pertama tiba dengan aman sebagaimana yang kita harapkan," ungkapnya.

Baca Juga : PPIH Palembang Siap Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kloter Pertama

Ia menyampaikan secara detail mengenai rincian seluruh data manifes penumpang yang masuk dalam rombongan pesawat tersebut.

"Kloter ini bersama petugas berjumlah 443 orang. Terdiri dari 438 jemaah, yaitu 437 orang berasal dari OKU Timur dan 1 orang berasal dari Banyuasin," imbuhnya.

Baca Juga : Fase Kepulangan, 6.333 Jemaah Haji Bertolak ke Tanah Air

Rombongan utama yang mendarat tersebut dipastikan mendapat pendampingan melekat dari tim kedinasan dan kesehatan selama perjalanan.

"Kemudian ada 1 orang PHD dan 4 orang petugas kloter. Seluruhnya merupakan bagian dari kloter OKU Timur, sama dengan jumlah saat diberangkatkan dari embarkasi," lanjutnya.

Ia mengatakan kesuksesan proses pemulangan ini ditandai dengan tidak adanya pengurangan personel rombongan sejak awal keberangkatan dari tanah air.

"Alhamdulillah, kloter ini sebagaimana pemberangkatannya kembalinya juga utuh seperti semula," kata dia.

(Tia/Nusantaraterkini.co)