Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Enam Dapur MBG di Binjai Hentikan Operasional, Pencairan Dana Diduga Jadi Kendala

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Salah satu dapur MBG di Kota Binjai. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, BINJAI – Sebanyak enam dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Binjai dilaporkan menghentikan operasionalnya untuk sementara mulai Senin (8/6/2026). Penghentian aktivitas tersebut diduga berkaitan dengan terhambatnya proses pencairan anggaran yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Informasi tersebut dibenarkan oleh salah seorang pengurus SPPG tingkat kecamatan di Kota Binjai, Rahmad Ramadhan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa tidak seluruh dapur SPPG terdampak dan sebagian lainnya masih beroperasi normal seperti biasa.

"Benar, ada beberapa dapur SPPG yang untuk sementara tidak beroperasi karena proses pencairan dana masih terkendala," ujar Rahmad saat dikonfirmasi, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga : Rahmansyah Sibarani: Penanganan Bencana Merupakan Tanggung Jawab Bersama, Jangan Bermuatan Politik

Rahmad mengaku belum dapat memastikan kapan enam dapur tersebut akan kembali beroperasi. Menurutnya, pengelola masih menunggu perkembangan lebih lanjut terkait pencairan anggaran.

"Kami masih menunggu informasi berikutnya. Untuk jadwal operasional kembali, hingga saat ini belum dapat dipastikan," katanya.

Penghentian operasional dapur SPPG tersebut berdampak langsung terhadap distribusi makanan bergizi ke sejumlah sekolah penerima manfaat. Sekolah yang selama ini mendapatkan pasokan dari dapur yang berhenti beroperasi otomatis mengalami penghentian layanan sementara.

Baca Juga : Jurnalis Sibolga-Tapteng Gelar Tabur Bunga untuk Keluarganya yang Meninggal dalam Bencana Banjir Bandang

Sementara itu, salah seorang pengelola dapur SPPG di Kota Binjai yang enggan disebutkan namanya mengaku juga menerima informasi mengenai penghentian operasional beberapa dapur sejak hari ini.

Menurutnya, kondisi tersebut dipicu oleh belum masuknya anggaran operasional. Berbeda dengan sebelumnya, pengelola kini tidak lagi dapat menggunakan sistem dana talangan untuk menjalankan aktivitas dapur.

"Jika anggaran belum dicairkan, maka operasional dapur tidak bisa berjalan. Saat ini penggunaan dana talangan tidak lagi memungkinkan sehingga kegiatan harus dihentikan sementara sampai dana tersedia," ujarnya.

Baca Juga : Pemprov Sumut Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Natal dan Tahun Baru

Sejumlah sumber juga mengaitkan keterlambatan pencairan anggaran dengan proses audit dan evaluasi keuangan yang sedang berlangsung di tingkat pusat. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab pasti terhambatnya pencairan dana tersebut.

Pengelola berharap proses administrasi dan pencairan anggaran dapat segera diselesaikan sehingga operasional dapur SPPG kembali berjalan normal dan distribusi program Makan Bergizi Gratis kepada para siswa tidak terganggu dalam jangka waktu yang panjang.

(Dra/nusantaraterkini.co)

Baca Juga : Dugaan Korupsi Dana Desa Halaban, Apdesi Langkat Ngaku Ada Dapatkan Temuan Usai Cek APBDesa