Nusantaraterkini.co, MANILA - Sedikitnya 55 orang tewas, 38 orang hilang, dan 1.120 orang mengalami luka-luka setelah gempa bumi bermagnitudo 7.8 mengguncang lepas pantai selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026).
Hal ini disampaikan Dewan Penanggulangan dan Mitigasi Risiko Bencana Nasional (National Disaster Risk Reduction and Management Council/NDRRMC) Filipina, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga : Gempa M 7,8 Filipina Selatan: 37 Orang Tewas dan Jutaan Siswa Terdampak
Menurut NDRRMC, bencana tersebut berdampak terhadap lebih dari 86.000 keluarga yang melibatkan lebih dari 390.000 orang. Sekitar 19.000 rumah mengalami kerusakan, sementara pasokan listrik di 48 kota dan munisipalitas terganggu.
Baca Juga : Gempa Magnitudo 7,8 Guncang Filipina, Bandara General Santos Ditutup Sementara
Jalan raya, jembatan, bandara, dan fasilitas pelabuhan mengalami kerusakan dan terhambat operasinya. Bandara Internasional General Santos dapat mengakomodasi penerbangan militer dan bantuan kemanusiaan sembari tetap ditutup untuk penerbangan komersial.
Sebanyak lebih dari 3.700 personel telah dikerahkan untuk melaksanakan operasi pencarian dan penyelamatan di area-area yang terdampak parah.
Baca Juga : Gempa M4.1 Guncang Nias Barat, BMKG: Dipicu Aktivitas Megathrust
Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina menyatakan bahwa gempa tektonik tersebut terjadi pada pukul 07.37 waktu setempat dengan kedalaman 33 kilometer. Pusat gempa berada sekitar 32 kilometer barat daya pesisir Maasim di Provinsi Sarangani, Pulau Mindanao. Institut tersebut mencatat lebih dari 3.860 gempa susulan setelah guncangan utama.
Filipina kerap mengalami aktivitas seismik karena lokasinya yang berada di sepanjang "Cincin Api" Pasifik, yaitu zona batas lempeng tektonik utama yang dikenal sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi.
(*/nusantaraterkini.co)
Sumber: Xinhua
