Nusantaraterkini.co, MEDAN - Aksi kekerasan yang dilakukan sejumlah remaja diduga kelompok geng motor terhadap seorang warga terjadi di kawasan Jalan Sendok, Kelurahan Sei Putih Tengah, Kecamatan Medan Petisah.
Akibat kejadia tersebut, korban bernama Jonathan Tambunan pun mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuhnya. Salah satunya, patah tulang selangkangan dan punggung.
Dari informasi yang diperoleh Nusantaraterkini.co menyebutkan, aksi brutal kelompok geng motor yang sebelumnya sempat viral disejumlah sosial media ini bermula dari adanya aksi konvoi yang dilakukan oleh kelompok tersebut, pada Jumat (16/1/2026) malam.
Baca Juga : Pemprov Sumut dan Pemko Tanjungbalai Patroli Daerah Perbatasan, Jaga Pintu Masuk dari Ancaman Narkoba
Sesampanya di lokasi kejadian, korban yang saat itu tengah berada di depan rumahnya ini pun melihat salah seorang keponakannya bernama Willian tengah di kejar oleh kelompok geng motor tersebut.
Melihat itu, korban pun berusaha untuk menolong keponakannya. Namun, saat akan menolong salah seorang pelaku dengan sengaja menabrakkan sepeda motor yang digunakan ke arah korban hingga tersungkur.
"Mungkin Jonathan ingin membantu keponakannya. Mereka berdua kalah jumlah, lalu saat membantu keponakan ini, Jonathan malah ditabrak oleh dua orang yang mengendarai sepeda motor hingga selangkangannya patah," ujar Habibun Nazar, Kepala Lingkungan III Kelurahan Sei Putih Tengah, Jumat (30/1/2026).
Baca Juga : Tekan Angka Kecelakaan, Kapolres Asahan Latih Safety Riding ke Polisi Siswa
Selanjutnya, masih kata Habibun Nazar, usai kejadian tersebut dirinya pun mendapat kabar dari sejumlah warga jika terjadi aksi penyerangan yang dilakukan kelompok geng motor terhadap salah seorang warganya.
"Saya langsung datang ke TKP, tetapi gerombolan geng motor sudah tidak ada di lokasi," ucapnya.
Namun, saat itu dirinya melihat dua orang pelaku yang diduga tertinggal oleh kelompoknya dan berhasil diamankan oleh warga sekitar.
"Ada dua orang pelaku yang sempat diamankan warga. Kemungkinan, kedua pelaku itu tertinggal atau terjatuh dari motornya. Dan saat itu juga, langsung saya hubungi polsek medan baru untuk mengamankan kedua pelaku," jelasnya.
Akibat kejadian penyerangan tersebut, korban pun telah membuat laporan ke Mapolsek Medan Baru guna dapat mengamankan sejumlah pelaku lainnya yang hingga saat ini masih belum diketahui keberadaannya.
"Kami masih berkoordinasi dengan Polsek Medan Baru untuk perkembangan kasus ini. Pihak kepolisian juga sudah memfasilitasi perjanjian antara orang tua korban dan orang tua terduga pelaku yang sebelumnya sempat diamankan," pungkasnya.
(Cw4/Nusantaraterkini.co).
