Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Gus Ipul Dorong Transformasi Kepala Sekolah Menjelang Operasional Sekolah Rakyat Permanen

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Foto: dok Kemensos)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta seluruh pengelola Sekolah Rakyat bersiap untuk menghadapi babak baru penyelenggaraan Sekolah Rakyat permanen yang akan mulai beroperasi secara bertahap pada tahun ini. 

“Sekolah Rakyat permanen bukan versi lebih besar dari Sekolah Rakyat sementara. Ini institusi yang berbeda dan tuntutannya juga berbeda. Kepala sekolah harus bertransformasi dari pengelola program menjadi pemimpin institusi pendidikan unggulan,” ujarnya saat rakor bersama para kepala sekolah dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat seluruh Indonesia, mengutip laman Kemensos, Jumat (29/5/2026). 

Baca Juga : Siap untuk Ajaran Baru, 93 Sekolah Rakyat Permanen Dikebut Rampung Bulan Juni

Gus Ipul menyebutkan, Sekolah Rakyat permanen harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mengelolanya. Lantaran kompleks pendidikan yang dibangun di atas lahan 7 hektare hingga 10 hektare dengan kapasitas lebih dari 1.000 siswa SD, SMP, dan SMA kelak membutuhkan tata kelola yang jauh lebih matang.

Baca Juga : Kemensos Cairkan Bantuan Pascabencana Lebih dari Rp1 Triliun untuk Aceh, Sumut, dan Sumbar

Karena itu, seluruh unsur di lingkungan sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, wali asuh, hingga petugas kebersihan pun memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa.

“Mulai sekarang, bukan nanti. Kesiapan harus dibangun jauh sebelum Sekolah Rakyat permanen diresmikan,” ujarnya. 

Baca Juga : PLN UP3 Padangsidimpuan MoU Pasang Baru dan Perubahan Daya dengan Total Kapasitas 2,77 MVA

Gus Ipul menaruh perhatian besar pada penyusunan standar operasional prosedur (SOP) di seluruh Sekolah Rakyat. Ia menegaskan tidak boleh ada perbedaan kualitas layanan antarsekolah, baik dalam aspek pembelajaran, kesehatan, pengasuhan, ibadah, hingga kehidupan di asrama.

“Semua harus terprotokol dan terdokumentasi dengan baik. Tidak boleh ada Sekolah Rakyat yang kualitas layanannya jauh berbeda dengan yang lain,” katanya.

Dia juga meminta pengelolaan asrama dilakukan secara profesional karena asrama merupakan ruang pembentukan karakter siswa selama 24 jam. Untuk mendukung hal tersebut, Kemensos akan memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan CCTV di berbagai titik sekolah.

“Anggap seperti mengelola hotel bintang lima. Bagaimana toiletnya, bagaimana tata kelolanya, bagaimana SDM-nya. Semua harus dipersiapkan dari sekarang,” ujarnya.

Selain itu, Gus Ipul juga menyoroti peringatan satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang akan bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Juli mendatang.

Menurutnya, momentum tersebut tidak boleh sekadar menjadi perayaan seremonial, melainkan harus menjadi ruang pembuktian bahwa Sekolah Rakyat mampu menjawab akar persoalan kemiskinan melalui pendidikan.

“Satu tahun Sekolah Rakyat bukan seremoni, ini pembuktian bahwa program ini nyata, berdampak, dan menjawab akar persoalan kemiskinan,” tegasnya.

Ia pun meminta seluruh Sekolah Rakyat menyiapkan kegiatan open house yang melibatkan masyarakat, tokoh daerah, tokoh nasional, media, hingga para influencer agar publik dapat melihat langsung perkembangan program tersebut.

“Narasi Sekolah Rakyat harus tumbuh dari banyak suara, bukan hanya dari Kemensos,” katanya.

Sebagai informasi, saat ini terdapat 93 titik pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahap II yang ditargetkan selesai pada bulan Juni 2026 dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran pada tahun ajaran baru Juli mendatang.

(zie/nusantaraterkini.co)