Nusantaraterkini.co, PASAMAN-Semangat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di Kabupaten Pasaman dimeriahkan dengan kompetisi olahraga antar-pendidik. Bupati Pasaman, Welly Suhery, secara resmi membuka Turnamen Bola Voli PGRI Pasaman yang mempertemukan guru-guru dari berbagai wilayah di Gedung Olah Raga (GOR) Tuanku Rao, Lubuk Sikaping, Jumat (1/5/2026). Ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan di tengah tugas berat mencerdaskan kehidupan bangsa.
Ketua PGRI Pasaman, Zulfajri, menjelaskan bahwa turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian agenda besar Hardiknas tahun ini. Selain pertandingan voli antar-cabang (kecamatan), PGRI juga menggelar jalan santai masif dan aksi sosial berupa pemberian bantuan bagi siswa yang terdampak bencana banjir di Kecamatan Simpati.
Baca Juga : Hardiknas Harus jadi Momentum untuk Rumuskan Kembali Peran Pers dalam Pendidikan
"Rangkaian kegiatan ini dirancang untuk menunjukkan bahwa organisasi profesi guru tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga kepedulian sosial dan kesehatan fisik para anggotanya," ujarnya.
Baca Juga : Hardiknas 2026: Bobby Nasution Minta Gaji Guru di Sumut Naik Setiap Tahun
Bupati Welly Suhery memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif PGRI Pasaman yang dinilai mampu menghidupkan suasana Hardiknas dengan cara yang positif. Beliau mengingatkan bahwa fungsi utama dari kegiatan olahraga ini adalah sebagai sarana silaturahmi yang efektif. Dengan terjalinnya hubungan yang harmonis antar-guru, proses pertukaran informasi dan kolaborasi dalam memajukan dunia pendidikan di Pasaman diharapkan dapat berjalan lebih lancar.
"Pemerintah daerah sangat mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PGRI tersebut, hal ini merupakan wujud perhatian terhadap dunia pendidikan. Turnamen ini bukan sekadar menguji kemampuan dalam berolahraga, melainkan yang lebih penting untuk menjalin silaturahmi antar-guru," ujar Welly Suhery usai membuka kegiatan tersebut.
Lebih lanjut, Bupati menekankan pentingnya peran strategis PGRI dalam memperjuangkan kompetensi dan kesejahteraan pendidik, termasuk status ASN dan P3K. Menurutnya, PGRI harus tetap menjadi organisasi perjuangan yang solid untuk memastikan hak-hak guru terpenuhi, sehingga kualitas pendidikan di Kabupaten Pasaman terus meningkat.
"Melalui semangat sportivitas di lapangan, para guru diharapkan dapat menularkan energi positif tersebut kepada para peserta didik di sekolah masing-masing," pungkasnya.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
