nusantaraterkini.co, MEDAN – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatatkan kenaikan cukup tajam pada perdagangan hari ini, Selasa (14 Oktober 2025). Logam mulia Antam ukuran 1 gram kini dipatok di angka Rp 2.360.000, naik Rp 29.000 dibandingkan posisi Senin (13/10/2025).
Kenaikan ini melanjutkan tren positif sejak awal pekan, di mana harga emas Antam juga sempat naik Rp 26.000 per gram pada perdagangan sore sebelumnya.
Untuk emas Antam ukuran terkecil, yakni 0,5 gram, kini dibanderol Rp 1.230.000, juga mengalami kenaikan dari harga sebelumnya.
Baca Juga : Update Harga Emas Antam Hari Ini 13 Mei 2026: Anjlok Rp20 Ribu ke Rp2.839.000 per Gram
Sementara itu, emas Antam ukuran 5 gram tercatat naik Rp 30.000, dengan harga terbaru Rp 11.615.000 per batang (belum termasuk pajak).
Harga logam mulia ini mengacu pada daftar resmi yang dirilis oleh PT Aneka Tambang Tbk (Antam) melalui laman Logam Mulia, yang menyediakan berbagai pilihan berat mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram, termasuk seri spesial seperti Gift Series, Imlek Series, Batik Series, dan Edisi Idul Fitri.
Rincian Harga Emas Antam Hari Ini (Selasa, 14 Oktober 2025):
Baca Juga : Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp177.000, Kini Dibanderol Rp2,31 Juta per Gram
0,5 gram : Rp 1.230.000
1 gram : Rp 2.360.000
2 gram : Rp 4.670.000
Baca Juga : Harga Emas Antam Hari Ini 11 Juni 2026: Turun Rp24 Ribu ke Rp2.689.000 per Gram
3 gram : Rp 6.987.000
5 gram : Rp 11.615.000
10 gram : Rp 23.140.000
Baca Juga : Harga Emas Antam Terjun Bebas Rp55.000 Per Gram di Awal Pekan
25 gram : Rp 57.700.000
50 gram : Rp 115.250.000
100 gram : Rp 230.320.000
Baca Juga : Harga Emas Antam Hari Ini 15 April 2026 Melonjak ke Rp2.893.000 Per Gram
250 gram : Rp 575.500.000
500 gram : Rp 1.150.750.000
1.000 gram : Rp 2.300.600.000
Baca Juga : Rupiah Tertekan ke Rp16.830 per Dolar AS, Bayang-Bayang Konflik Timur Tengah Kian Membesar
Kenaikan harga emas Antam hari ini menjadi sinyal kuat bahwa minat masyarakat terhadap aset safe haven seperti emas masih tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
(Dra/nusantaraterkini.co)
