nusantaraterkini.co, JAKARTA - Israel akan bebaskan 183 tahanan. Sementara Hamas kembalikan tiga sandera. Pertukaran tahanan Palestina dengan sandera Israel akan kembali dilakukan pada Sabtu (1/2) waktu setempat.
Pertukaran tahanan ini sebagai kesepakatan gencatan senjata antara keduanya.
Dikutip dari AFP melalui kumparan, kelompok advokasi Palestina, Palestinian Prisoners' Club, mengatakan jumlah tahanan Palestina yang akan dibebaskan Israel sebanyak 183 orang.
Baca Juga : Penikaman Berujung Nyawa Melayang di Nias Selatan, Polisi: Pelaku Tak Terima Diejek Pemabuk
"Jumlah tahanan terbaru yang akan dibebaskan besok [Sabtu] adalah 183," kata Amani Sarahneh, juru bicara kelompok tersebut.
Kelompok advokasi tersebut menerbitkan dua daftar nama terpisah yang akan dibebaskan pada hari Sabtu. Yang pertama terdiri dari 72 tahanan yang ditangkap sebelum serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel.
Daftar kedua tahanan yang akan dibebaskan berisi 111 nama warga Gaza yang ditahan setelah serangan yang memicu perang di wilayah Palestina tersebut.
Baca Juga : Pemerintah Indonesia Sambut Baik Kesepakatan Gencatan Senjata Hamas-Israel
Di sisi lain, Hamas akan membebaskan tiga sandera dalam pertukaran tersebut.
Forum Sandera dan Keluarga Hilang mengatakan ketiga sandera yang akan dibebaskan pada hari Sabtu adalah Yarden Bibas, Keith Siegel yang juga memegang kewarganegaraan AS, dan Ofer Kalderon yang juga memiliki kewarganegaraan Prancis.
Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengkonfirmasi telah menerima nama ketiga sandera yang akan dibebaskan.
(Dra/nusantaraterkini.co).
