Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Head to Head Bobby vs Edy di Pilada Sumut: Peluang Bobby Tinggi dan Besar

Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Pengamat Politik Universitas Al Azhar Ujang Komarudin./Ist

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Pengamat Politik Universitas Al Azhar Ujang Komarudin melihat jika peluang head to head antara Bobby Nasution melawan sang petahana Edy Rahmayadi di Pilkada Sumatera Utara (Sumut) tinggi dan besar.

Sebab, Wali Kota Medan ini telah mendapatkan supporting dari super parpol serta dukungan istimewa dari mertuanya Presiden Jokowi.

Hal ini juga merespon pernyataan Ketua DPP PDIP, Djarot Syaiful Hidayat, mengibaratkan Pilkada Sumatera Utara (Sumut) bagaikan semut melawan gajah.

Baca Juga : Prabowo Beri Pembekalan Para Calon Anggota Kabinet, Pengamat: Terobosan Baru dalam Sejarah

"Saya melihat peluangnya Bobby di Pilkada Sumut tinggi dan besar karena didukung super parpol serta kubu Pemerintah (kekuasaan)," tegas Ujang kepada Nusantaraterkini.co, Jumat (12/7/2024).

Ujang pun menilai, sekalipun Edy Rahmayadi yang diibaratkan semut kalau mendapat dukungan misalnya dari PDIP itu tidak akan bisa cukup melawan sang Gajah diibaratkan Bobby Nasution.

"Dan sekali lagi peluang Bobby menang itu besar dan tinggi dibandingkan Edy Rahmayadi," tandasnya.

Baca Juga : Pengamat: Pertemuan Megawati-Prabowo Hadirkan Energi Positif untuk Bangsa dan Negara

Sementara itu, Partai Golkar sebagai parpol pendukung Bobby Nasution menepis analogi PDIP bahwa eks Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, sebagai gambaran semut.

"Kurang tepatlah, karena yang incumbent adalah Edy Rahmayadi dan juga latar belakang militernya masa diibaratkan dengan semut," kata Ketua DPP Partai Golkar, Lamhot Sinaga.

Lamhot mengungkit pernyataan Edy Rahmayadi yang siap melawan mantu malaikat di Pilgub Sumut. Sehingga, menurutnya, tak tepat Edy digambarkan sebagai semut yang melawan gajah.

Baca Juga : Bobby dan Edy Rahmayadi Berpeluang Head to Head dalam Pilgub Sumut

"Edy Rahmayadi sendiri juga sudah pernah menyampaikan bahwa mantu malaikat akan dilawan, itu berarti beliau adalah raksasa politik. Jadi tidak pas kalau Edy Rahmayadi dianalogikan semut, masa semut berani lawan malaikat," ujarnya.

Djarot Syaiful Hidayat sebelumnya mengibaratkan Pilgub Sumatera Utara bagaikan semut dan gajah. Ia menyebut semut menang melawan gajah.

"Kita akan berusaha untuk tetap membangun koalisi, membangun kerja sama dengan rakyat di bawah. Kita akan bentuk koalisi sendiri. Biarkan semut melawan gajah. Saya teringat waktu kecil itu ada permainan apa suit ya, gajah itu kan jempol katanya, semut itu apa? Kelingking. Semut sama gajah, kelingking sama gajah menang mana? Menang semut. Menang kelingking," kata Djarot. 

Ketika ditanyai sosok semut yang dipertimbangkan PDIP untuk maju di Pilgub Sumatera Utara, Djarot menyodorkan beberapa nama. Dikatakan ada nama Mantan Gubenur Sumatera Utara Edy Rahmayadi hingga mantan Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan.

"Suara semut yang kita itu kemudian disalurkan masyarakat yang disalurkan melalui PDI Perjuangan ada beberapa, ada Pak Edy Rahmayadi masuk di situ, ada Nikson Nababan masih di situ, kita juga punya banyak stok, ada akademisi, tokoh," kata Djarot. (cw1/nusantaraterkini.co)