Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Direktur Rumah Politik Indonesia Fernando Emas menilai partai Golkar sangat ceroboh dan tak berpikir Panjang karena mencopot Musa Rajekshah atau Ijeck dari posisi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara (Sumut).
Menurut Fernando, kecerobohan Golkar dibawah kepemimpinan Bahlil Lahadalia akan sangat mungkin besar berefek kepada Pemilu 2029. Pasalnya, sosok dan peran Ijeck sangat besar dan berkontribusi atas suara Golkar di Sumut yang dianggap punya power disana.
"Lagi-lagi DPP Partai Golkar membuat keputusan yang sepertinya tidak begitu memperjuangkan perjuangan Musa Rajekshah atau biasa disapa Ijeck membesarkan Partai Golkar di Sumatera Utara. Saya yakin Ijeck tidak nyaman atas keputusan DPP yang mencopotnya disaat akan dilangsungkan Musda Partai Golkar Sumatera Utara," katanya, Sabtu (20/12/2025).
Baca Juga : DPD II Golkar Sumut Melawan Usai Ijeck Dicopot, Minta Bahlil Dicopot hingga Ancam Angkat Kaki
Fernando menilai, dengan didepaknya Ijeck sebagai Ketua DPD Golkar Sumut sangat diyakini bisa memberi pengaruh bagi suara Golkar disana dan sangat tidak mungkin jika parpol lain bisa memanfaatkan celah itu untuk merekrut dan memanfaatkan potensi popularitasnya untuk mendongkrak suara di Pemilu 2029.
"Sangat mungkin Ijeck akan mengambil keputusan meninggalkan Partai Golkar pasca pemecatannya sebagai Ketua DPD Sumatera Utara. Apabila itu terjadi, maka tahun 2029 Partai Golkar tidak akan lagi menjadi pemenang pemilu legislatif karena pengaruh Ijeck di Sumatera Utara," ujarnya.
"Lebih baik bagi Ijeck bergabung dengan Partai Gerindra yang tentu akan sangat mempertimbangkan kekuatan politiknya di Sumatera Utara," tegasnya.
Persiapan Musda
Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Sarmuji, mengonfirmasi bahwa Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, telah mengganti Musa Rajekshah atau Ijeck dari jabatan Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara. Pergantian tersebut dilakukan dalam rangka persiapan pelaksanaan musyawarah daerah (musda).
“Pergantian ini semata-mata untuk kepentingan penyelenggaraan musda,” ujar Sarmuji.
Baca Juga : Bahlil Tunjuk Ahmad Doli Kurnia Tanjung sebagai Plt Ketua Golkar Sumut Gantikan Ijeck
Sarmuji menjelaskan, meski dicopot dari jabatan Ketua DPD Golkar Sumut, Ijeck tidak sepenuhnya disingkirkan dari struktur partai. Menurut rencana, Ijeck justru akan ditarik untuk mengisi kepengurusan di tingkat pusat.
Dinamika internal ini ditandai dengan penunjukan Ahmad Doli Kurnia Tanjung (ADK) sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Sumatera Utara. Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan DPP Partai Golkar Nomor Skep-132/DPP/GOLKAR/XII/2025 tentang Penunjukan Pejabat Pelaksana Tugas Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Sumut.
Merespon pemecatannya oleh DPP Golkar, Musa Rajekshah tak berkomentar banyak. Dia meminta agar pemecatan dirinya ditanyakan langsung ke Ahmad Doli Kurnia Tandjung, Wakil Ketua Umum Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera DPP Partai Golkar.
"Tanyakan Doli (Ahmad Doli Kurnia)-nya dulu ya," ujarnya.
Mantan Wakil Gubernur Sumut itu juga memilih menunggu pernyataan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.
"Nanti saya kasih tanggapan setelah ada pernyataan resmi DPP," ujar Ijeck.
(cw1/nusantaraterkini.co)
