Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Ijeck Soroti Dampak Kenaikan Avtur Global, DPR Minta Tarif Tiket tak Melonjak

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI, Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck, menyoroti potensi kenaikan harga tiket pesawat seiring meningkatnya harga avtur di pasar global. 

Ia menyebut fenomena tersebut merupakan dampak dari tren kenaikan harga energi dunia yang sulit dihindari.

Baca Juga : Realisasi Extra Flight di Bandara SMB II Capai 229 Jadwal, Pergerakan Pesawat Naik Signifikan

Menurut Ijeck, kenaikan harga avtur sebagai bahan bakar utama pesawat akan berdampak langsung terhadap biaya operasional maskapai. Kondisi ini, pada akhirnya, berpotensi mendorong penyesuaian tarif tiket penerbangan.

“Ini sudah menjadi cerita global. Kita tahu harga dunia sedang naik. Dengan kenaikan avtur, tentu akan terkoreksi juga pada harga tiket pesawat,” ujar Ijeck, Senin (20/4/2026).

Baca Juga : Iskandar ST jadi Korban Salah Tangkap, Fraksi NasDem Desak Polrestabes Medan Klarifikasi

Meski demikian, ia mengapresiasi langkah pemerintah yang dinilai masih mampu menjaga stabilitas harga melalui berbagai skema subsidi. 

Baca Juga : Musa Rajekshah Ingatkan Potensi Kenaikan Tiket Pesawat Dampak Pasokan Energi

Ia berharap dampak kenaikan tersebut tidak terlalu membebani masyarakat, terutama jika dibandingkan dengan negara lain.

“Kita bersyukur pemerintah masih bisa menahan melalui subsidi, sehingga kenaikannya tidak setinggi negara-negara lain,” katanya.

Baca Juga : Kenaikan Tiket Hingga 13 Persen Disorot, Sari Yuliati: Negara Jangan Bebani Rakyat

Ijeck mengakui belum ada hitungan pasti terkait persentase ideal kenaikan tarif tiket. Namun, ia menegaskan bahwa kenaikan harga avtur hampir pasti akan memengaruhi harga tiket pesawat secara keseluruhan.

Selain faktor bahan bakar, ia juga menyinggung kemungkinan adanya beban tambahan lain, seperti biaya perawatan pesawat, yang turut memengaruhi struktur biaya maskapai penerbangan.

“Beban operasional maskapai pasti meningkat, dan itu biasanya akan dibebankan ke harga tiket. Tapi kami berharap kenaikannya tidak terlalu tinggi,” jelasnya.

Terkait langkah konkret dari DPR, Ijeck menyebut hingga saat ini Komisi V masih menunggu arah kebijakan lebih lanjut serta komunikasi internal sebelum mengambil sikap resmi mengenai penyesuaian tarif tersebut.

“Kami masih menunggu pembahasan lebih lanjut di Komisi V. Nantinya akan dilihat bagaimana arah kebijakan yang akan diambil,” pungkasnya.

 (LS/Nusantaraterkini.co)