Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Imbas Tersangkut Masalah Hukum, CZ Resmi Mundur dari Jabatan CEO Binance

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Changpeng Zhao (CZ). (Foto: X)

Imbas Tersangkut Masalah Hukum, CZ Resmi Mundur dari Jabatan CEO Binance

Nusantaraterkini.co - Changpeng Zhao alias CZ resmi meletakan jabatannya sebagai CEO Binance menyusul masalah hukum yang menjeratnya dan Binance selama kurang lebih satu tahun terakhir oleh regulator Amerika Serikat. 

Baca Juga : CZ Dihukum Larangan Kelola Binance Seumur Hidup

Mengutip laporan Coinvestasi, Rabu (22/11/2023), Binance didakwa secara pidana karena melanggar sanksi undang-undang pengiriman uang dan akan membayar sebesar US$4,3 miliar kepada Departemen Kehakiman AS (DOJ) sebagai bentuk penyelesaian tuduhan. 

Baca Juga : Revisi UU BUMN Disepakati Segera Disahkan di Paripurna, Formappi: DPR Abaikan Publik

Dalam konferensi pers tanggal 21 November, Jaksa Agung Merrick Garland menyatakan bahwa penyelesaian dengan Binance dan CZ akan mencakup “tindakan penegakan peraturan sipil” oleh departemen pemerintah termasuk Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas dan Keuangan AS (CFTC). 

CZ secara pribadi juga telah mengaku bersalah karena melanggar program anti pencucian uang dalam Bank Secrecy Act (BSA) menurut pengajuan lainnya. Ia juga setuju untuk membayar denda US$50 juta. Denda CZ akan dikreditkan ke jumlah utangnya kepada CFTC.

Baca Juga : Kemenag Diminta Periksa Kakanwil NTB yang Lempar Mikrofon

Dalam penyelesaian ini, Binance masih akan tetap beroperasi di AS namun harus menunjuk pemantau kepatuhan independen selama tiga tahun dan melaporkan upaya kepatuhannya kepada pemerintah AS, beserta dendanya. Zhao juga dilarang terlibat dalam operasional Binance selama tiga tahun.

Mengikuti Garland, Menteri Keuangan Janet Yellen mengatakan Binance akan membayar denda lebih dari US$3,4 miliar kepada Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan dan sekitar US$1 miliar kepada Kantor Pengendalian Aset Luar Negeri Departemen Keuangan sebagai bagian dari penyelesaian. 

Yellen dalam keterangan persnya juga menyatakan Binance memfasilitasi lebih dari 100.000 transaksi yang terkait dengan kejahatan, seperti aktivitas seperti terorisme dan perdagangan narkoba ilegal.

Binance juga disebut mengizinkan lebih dari 1,5 juta transaksi aset virtual yang bertentangan dengan aturan Amerika Serikat. Transaksi tersebut berkaitan dengan Brigade Al-Qassam milik Hamas, Jihad Islam Palestina, Al Qaeda, dan ISIS.

Sementara itu, Ketua CFTC Rostin Behnam mengatakan Binance akan membayar US$2,7 miliar denda moneter perdata dan penalti, CZ akan membayar US$150 juta, dan mantan kepala kepatuhan Samuel Lin akan membayar US$1,5 juta berdasarkan penyelesaian yang diusulkan. Departemen Kehakiman akan memberikan dana sekitar US$1,8 miliar untuk resolusi terakhir.

Menyusul keputusan tersebut, CZ pun resmi menyampaikan pengunduran dirinya dari Binance yang disampaikan melalui akun X miliknya.

"Saya melakukan kesalahan, dan saya harus bertanggung jawab,” katanya. 

“Ini yang terbaik untuk komunitas kami, untuk Binance, dan untuk saya sendiri. Saya tidak pernah mengalami satu hari pun istirahat (telepon) selama 6 setengah tahun terakhir,” katanya. 

Dalam publikasi yang sama, ia juga memperkenalkan CEO baru Binance, Richard Teng. Sebelumnya Teng menjabat sebagai Head of Regional Markets, di awal kepemimpinannya ini, Teng akan mengarahkan perusahaan melalui periode pertumbuhan berikutnya dan akan memastikan Binance mewujudkan fase keamanan, transparansi, kepatuhan, dan pertumbuhan berikutnya.

Kendati mundur sebagai CEO Binance, CZ sebagai shareholder tetap akan bersedia membantu tim untuk berkonsultasi bila diperlukan, sesuai dengan kerangka kerja yang ditetapkan dalam resolusi agensi AS.

Sementara itu, Binance masih berurusan dengan tiga tuduhan serius. Tuduhan tersebut meliputi operasi bisnis transfer uang tanpa lisensi yang sah, pelanggaran terhadap International Emergency Economic Powers Act dan keterlibatan dalam konspirasi.

(zie/Nusantaraterkini.co)

Sumber: Coinvestasi