Nusantaraterkini.co, PALEMBANG - Perusahaan layanan transportasi dan logistik lokal PT Fortuna Marina Sejahtera (FMS) telah mengirimkan surat minat kepada PT Sumsel Energi Gemilang (SEG), yang bertujuan untuk bergabung dalam konsorsium pengembangan proyek strategis Pelabuhan Tanjung Carat di Kabupaten Banyuasin.
Direktur Operasional PT FMS, Rudi menyampaikan jika pihaknya telah melakukan rapat pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Sumsel di Kantor Gubernur pada, Rabu (10/6/2026).
Langkah penjajakan awal tersebut membidik potensi ekonomi besar dari rencana pembangunan pelabuhan internasional utama daerah, guna mengatasi keterbatasan daya tampung operasional pada Pelabuhan Boom Baru.
Baca Juga : Curi Mesin Giling Ikan, Dua Warga Jakabaring Diringkus Jatanras Polda Sumsel
“Oh, ya kita baru dalam tahap penjajakan. Jadi kita kan ada surat minat yang kita kasih ke SEG untuk ikut sebagai konsorsium,” ujar Rudi, Kamis (11/6/2026).
Rudi menyebut jika pembicaraan mengenai besaran nominal modal maupun kalkulasi rincian pembiayaan anggaran proyek, sama sekali belum dilakukan oleh kedua belah pihak. Hal itu lantaran proses koordinasi masih berada di fase paling awal.
Dorongan utama yang melatarbelakangi korporasi bongkar muat dan distribusi batu bara ini untuk ambil bagian dalam mega proyek tersebut adalah komitmen kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah asal mereka.
Baca Juga : Debarkasi Palembang Telah Pulangkan 3.101 Jamaah Haji Asal Sumsel dan Babel
“Kami melihat potensinya besar. Sebagai putra daerah, kami juga ingin ikut terlibat karena proyek ini memang dibutuhkan Sumsel. Sudah lama ada harapan memiliki pelabuhan internasional yang representatif,” imbuhnya.
Menurutnya, realisasi infrastruktur transportasi laut skala global ini dipastikan membawa dampak positif yang masif bagi ekosistem dunia usaha secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, kata dia, khususnya pada bidang layanan kepelabuhanan, serta mata rantai distribusi barang yang menjadi pilar bisnis utama dan keahlian dari PT FMS selama ini di wilayah Sumatra Selatan.
“Selama ini kami bergerak di bidang pelabuhan. Jadi ketika ada rencana pembangunan pelabuhan besar, tentu kami ingin ikut serta. Potensinya juga sangat besar untuk mendukung aktivitas ekonomi ke depan. Di sini kami hanya sebagai pemegang saham saja, karena nanti yang berperankan Pelindo,” ucap dia.
(Tia/Nusantaraterkini.co)
