Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago menilai pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan langkah yang wajar dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan program pemerintah.
Pernyataan tersebut disampaikannya menanggapi pemecatan Dadan Handayani dan pengangkatan Nanik S Dayang sebagai Kepala BGN yang baru.
Baca Juga : Irma Suryani Kritik Keras Kebijakan UKOM: Jangan Sampai Ada Lagi Mahasiswa Bunuh Diri
Menurut Irma, pergantian tersebut diharapkan dapat memperkuat fungsi pengawasan serta meningkatkan kualitas pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga tujuan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat tercapai secara optimal.
Baca Juga : Reaktivasi 11 Juta Peserta PBI BPJS Mandek, Irma Suryani: Baru 2 Juta yang Aktif
"Pergantian ini wajar dilakukan agar kontrol dan peningkatan kualitas SPPG menjadi lebih baik, sehingga tujuan program MBG dapat tercapai," ujar Irma, Rabu (3/6/2026).
Politikus Partai NasDem itu juga kembali mengingatkan pentingnya fokus dalam implementasi program MBG. Sejak awal, kata dia, program tersebut seharusnya diprioritaskan untuk kelompok sasaran utama, yakni anak sekolah, balita, dan ibu hamil.
Baca Juga : Harga Telur Anjlok, DPR Desak BGN Optimalkan Penyerapan Lewat Program MBG
"Saya sudah mengingatkan sejak awal agar fokus pada program MBG untuk anak sekolah, balita, dan ibu hamil. Tidak perlu melebar ke sasaran lain yang dapat mengurangi fokus pelaksanaan program," kata Anggota BURT DPR ini.
Baca Juga : Dilantik jadi Kepala BGN, Nanik S. Deyang Tekankan Efisiensi dan Refocusing Penerima Manfaat Program MBG
Irma berharap kepemimpinan baru di BGN mampu membawa perbaikan dalam pelaksanaan program MBG dan memastikan target pemenuhan gizi masyarakat dapat tercapai sesuai arahan Presiden.
"Insya Allah ke depan harus lebih baik lagi, tetap fokus dan mampu mencapai target pemenuhan gizi sebagaimana yang telah ditetapkan Presiden," tutup Legislator dapil Sumsel II ini.
Baca Juga : Hensa Usul MBG Dihentikan Sementara Usai Kasus Dadan: Selamatkan Fiskal, Perbaiki Program
(LS/Nusantaraterkini.co)
