Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Israel Kuasai Kastel Beaufort di Lebanon Selatan, Benteng Berusia 900 Tahun Jadi Sasaran Operasi Militer

Editor :  hendra
Reporter :  Hendra Mulya
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Serangan udara Israel di desa Arnoun, Lebanon, Minggu (31/5/2026). (Foto: AFP)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Israel mengumumkan keberhasilannya menguasai Kastel Beaufort, sebuah benteng bersejarah yang telah berdiri selama sekitar 900 tahun di wilayah Lebanon Selatan.

Operasi tersebut disebut sebagai bagian dari langkah militer terbaru Israel untuk menekan aktivitas kelompok Hezbollah di kawasan perbatasan, Minggu (31/5/2026).

Militer Israel (IDF) menyatakan pasukannya berhasil merebut kawasan Beaufort Ridge dan Wadi al-Saluki, dua titik yang dianggap memiliki nilai strategis tinggi. Setelah operasi berlangsung, bendera Israel dilaporkan berkibar di area kastel yang berada di puncak perbukitan Lebanon Selatan.

Baca Juga : Partai Likud Konfirmasi Benjamin Netanyahu Bakal Maju di Pemilu Israel 2026

Menurut IDF, wilayah tersebut selama ini dimanfaatkan Hezbollah sebagai lokasi pengawasan sekaligus titik peluncuran serangan roket dan drone ke arah Israel utara. Israel juga menuding infrastruktur militer yang berada di kawasan itu dibangun dengan dukungan Iran.

Kastel Beaufort dikenal sebagai salah satu benteng paling penting di Lebanon Selatan. Berdiri di ketinggian sekitar 700 meter di atas permukaan laut, lokasi tersebut memungkinkan penguasanya memantau area luas yang mencakup sebagian wilayah Lebanon dan Israel.

Dalam operasi tersebut, militer Israel mengonfirmasi satu tentaranya tewas. Meski demikian, mereka menilai penguasaan Beaufort sebagai pencapaian penting untuk memperkuat posisi pertahanan di kawasan perbatasan.

Baca Juga : Bayi 7 Bulan Tewas Usai Kendaraan Keluarga Ditembaki Tentara Israel

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan operasi dilakukan berdasarkan arahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Ia menegaskan bahwa penguasaan Beaufort merupakan bagian dari upaya memperluas tekanan terhadap Hezbollah dan menjaga keamanan wilayah Israel utara.

Katz juga mengirimkan peringatan kepada pihak yang dianggap mengancam Israel. Menurutnya, setiap ancaman terhadap warga Israel akan dibalas dengan hilangnya aset-aset strategis yang dimiliki lawan.

Meski gencatan senjata antara Israel dan Hezbollah telah berlaku sejak April lalu, operasi ini menunjukkan situasi keamanan di kawasan masih belum stabil. Ketegangan kembali meningkat setelah terjadi serangan besar Hezbollah sehari sebelumnya yang memicu penutupan sekolah dan pembatasan aktivitas di wilayah utara Israel.

Hingga kini, pemerintah Lebanon maupun Hezbollah belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim Israel mengenai penguasaan Kastel Beaufort tersebut.

Sebagai salah satu benteng abad pertengahan paling terkenal di Lebanon, Kastel Beaufort memiliki nilai sejarah sekaligus militer yang tinggi. Selama puluhan tahun, lokasi ini kerap menjadi titik perebutan dalam berbagai konflik antara Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon Selatan.

(Dra/nisantaraterkini.co).