Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kadisdik Langkat Bantah MoU dengan PT Anugerah Makkah yang Gagal Berangkatkan Jemaah Umroh

Editor :  Redaksi2
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Puluhan calon jemaah umroh saat menggeruduk kantor PT Anugerah Makkah Tour and Travel, Selasa (13/8/2024).

Sumutterkini.com, LANGKAT - Kepala Dinas Pendidikan Langkat, Saiful Abdi mengatakan, tidak ada MoU antara Dinas Pendidikan dengan PT Anugerah Makkah Tour dan Travel, pasca puluhan calon jemaah umroh gagal berangkat ke tanah suci.

Pasalnya salahsatu calon jemaah merupakan seorang guru sempat mengungkapkan, jika travel tersebut sudah menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan Langkat.

"Tidak ada MoU. Siapapun yang datang ke dinas, mengajak beribadah, kita ngak pernah halangi. Apalagi diajak umroh," ujar Saiful, Rabu (14/8/2024).

Baca Juga : Pemko Palembang Tetapkan Libur Ramadan 18-21 Februari, Jam Belajar Siswa Dipangkas 10 Menit

Lanjut Saiful, pada waktu ia mengaku pihak travel menjanjikan berangkat umroh dulu, baru dicicil soal pembiayaannya.

"Tentunya janjinya itu sangat meringankan. Hari ini kalau tidak ada iktikad baik dari travel tersebut, saya sudah perintahkan kasek dan guru saya, untuk melaporkan ke Polres Binjai," ujar Saiful.

"Secara pribadi dan kedinasan saya enggak ada diuntungkan itu," sambungnya.

Baca Juga : DHC BPK 45 Pematangsiantar Luncurkan Buku Sejarah Perjuangan Masyarakat dalam Merebut Kemerdekaan

Disinggung soal pria bernama Rasyid, yang disebut-sebut sebagai penghubung dinas pendidikan dan travel, Saiful pun mengenalnya.

" Ya, pensiunan kacabdis," ujar Saiful.

Sementara, Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP Zuhatta Mahadi mengakui, adanya laporan masuk dari korban calon jemaah umroh. Menurut dia, saat ini masih dalam proses penyelidikan.

Baca Juga : Modus Transaksi di Parkiran RS, Dua Kurir Sabu 1 Kg Asal Aceh Diringkus Polda Sumut

"Proses (penyelidikan), kita panggil dulu saksi-saksinya. Belum ada yang diamankan," ucap Zuhatta.

Dikabarkan sebelumnya, Sri Murni, salah seorang tenaga pendidik di Kabupaten Langkat, harus mengubur impiannya sementara waktu setelah ia gagal berangkat umroh melalui PT Anugerah Makkah Tour dan Travel Binjai yang beralamat di Jalan Jendral Sudirman, Lingkungan ll Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota.

Ia bersama puluhan calon jemaah umroh lainnya yang berprofesi sama, merasa ditipu oleh PT Anugerah Makkah setelah berkali-kali dijanjikan untuk berangkat umroh. Padahal, dirinya sudah membayar lunas.

Baca Juga : Foto: Srikandi Polwan Polres Langkat Gelar Trauma Healing untuk Anak-Anak Korban Banjir

Diakui suami Sri Murni yang mengaku bernama Nanda Robby, niat istrinya untuk berangkat umroh bermula dari adanya kesepakatan dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat.

"Ceritanya ini travel MoU dengan dinas pendidikan, yang jadi salesnya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Langkat. Kebanyakan korban dari guru dan kepala sekolah, sistem marketingnya datang ke dinas-dinas," ujar Nanda.

"Istri saya mau umroh karena ada wacana dari kadis pendidikan ingin sama sama umroh. Karena berpikiran kalau pak Kadis juga ikut, jadi tidak ada terbersit di pikiran kami kalau travel ini mau menipu," sambungnya.

Baca Juga : Pemprov Sumut Gandeng Kepolisian dan Kejaksaan Tertibkan Tambang Ilegal

Dijelaskannya, kerjasama antara travel dengan Disdik Langkat terjalin atas peran dari seorang pria bernama Rasyid. Menurut Nanda, Rasyid merupakan pensiunan ASN pada Disdik Langkat.

"Dia (Rasyid) ini salesnya dari dinas ke dinas, kaki tangan si Azmi. Ini informasi dari istri saya, Rasyid ini tinggal di polres tadi malam," urainya.

Dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan PT Anugerah Makkah Tour and Travel menguat karena calon jamaah umroh gagal diberangkatkan. Bahkan, menurut Nanda Robby, jadwal keberangkatannya pun selalu ditunda.

Baca Juga : Perkuat Kemitraan Strategis, Indonesia dan Pakistan Teken Tujuh Kerja Sama

"Jadwal keberangkatannya selalu ditunda tunda sampai kemarin, dan paspor serta buku vaksin ditahan oleh si Azmi, owner travel," bebernya.

Menurut informasi yang berhasil dirangkum awak media, Azmi Syahputra disebut sebut sebagai pemilik travel PT Anugerah Makkah. Bahkan diduga Azmi juga sebagai penipu ulung.

Terbukti, kasus serupa juga terjadi saat Azmi Syahputra memiliki PT Al Maqbul Travel. Laporan dugaan penipuan dan penggelapan PT Al Maqbul Travel juga sudah mendarat di Polres Binjai dengan kerugian mencapai Rp 5
miliar.

"Ini owner pernah bermasalah dengan kasus yang sama pada tahun 2018. Saya baca berita mencapai Rp 5 miliar (kerugian). Kasihan korban, uang buat umroh ada pinjaman dari koperasi, ada pinjaman dari bank," beber Nanda Robby.

"Istri saya sudah 4 kali ditunda keberangkatannya. Dari tanggal 4 Juli 2024 ke 7 Juli 2024. Lalu tanggal 8 Agustus 2024 diundur lagi ke 13 Agustus 2024. Bahkan ada juga yang dari Februari 2024 sampai sekarang belum diberangkatkan," sambungnya.

Diketahui, sedikitnya ada 26 calon jamaah umroh gagal diberangkatkan travel Anugerah Makkah. Setiap calon jamaah diinformasikan sudah membayar uang tunai untuk berangkat umroh senilai Rp 30 juta.

Kantor travel yang digeruduk calon jamaah menyita perhatian masyarakat. Bahkan, aparat kepolisian dari Polsek Binjai Kota sudah meluncur ke lokasi. (cr23/tribun-medan.com)