Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta mengecam tindakan Israel yang disebut mencegat kapal bantuan kemanusiaan menuju Jalur Gaza dan menahan sekitar 100 aktivis, termasuk dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono (Abeng) dan Thoudy Badai (Ody).
Sukamta mendesak pemerintah Indonesia agar lebih tegas meminta dukungan Dewan Keamanan PBB dan Amerika Serikat untuk membantu membebaskan para aktivis serta jurnalis yang berada dalam misi kemanusiaan tersebut.
Menurutnya, pencegatan armada bantuan kemanusiaan di perairan internasional tidak sejalan dengan berbagai upaya perdamaian yang saat ini tengah diupayakan di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga : Hari Pelanggan Nasional, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Binjai Kenali Manfaat Aplikasi JMO
“Saya mengecam tindakan Israel ini. Pemerintah RI harus lebih tegas mendesak DK PBB dan AS agar melobi Israel untuk membebaskan para aktivis dan jurnalis Republika tersebut,” kata Sukamta dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).
Ia menilai Israel seharusnya menghormati proses diplomasi internasional yang sedang dilakukan guna meredam konflik berkepanjangan di Palestina.
Menurut Sukamta, langkah Israel mencegat armada bantuan kemanusiaan justru dinilai kontraproduktif terhadap upaya perdamaian.
Baca Juga : Pemko Medan Butuh Peran Media Dalam Menyampaikan Informasi Pembangunan
“Israel memiliki rekam jejak buruk terkait kepatuhan terhadap hukum dan perjanjian internasional. Seharusnya langkah perdamaian yang sedang diupayakan dunia juga mendapat dukungan,” ujarnya.
Sukamta juga menegaskan bahwa aktivitas jurnalistik dan misi kemanusiaan seharusnya tetap mendapatkan perlindungan hukum internasional, termasuk dalam situasi konflik bersenjata.
“Instrumen hukum internasional seharusnya cukup untuk mendesak Israel membebaskan para aktivis dan jurnalis serta membuka blokade bantuan kemanusiaan,” tegasnya.
Baca Juga : Menang Praperadilan, Status Tersangka Sekjen DPR Indra Iskandar Dibatalkan Hakim
Sebelumnya, armada kemanusiaan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla dilaporkan kembali mendapat hambatan saat menuju Jalur Gaza.
Dua kapal yang disebut dicegat yakni Borales dan Osgurluk. Dalam rombongan tersebut terdapat sejumlah warga negara Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai.
Wakil Pimpinan Redaksi Republika, Stevy Maradona mengatakan pihaknya sempat menerima laporan bahwa kapal berada di perairan internasional Laut Mediterania sebelum akhirnya dicegat.
Baca Juga : Walikota Padangsidimpuan Siap Kelola Dana Bagi Hasil secara Transparan dan Akuntabel
Sekitar pukul 11.00 WIB, kapal yang ditumpangi Bambang Noroyono disebut mendeteksi keberadaan kapal perang di sekitar lokasi. Selanjutnya pada pukul 14.00 WIB, Abeng mengirimkan video SOS yang menyatakan dirinya berada dalam penahanan otoritas Israel dan meminta bantuan pemerintah Indonesia.
Hingga kini, kondisi para jurnalis dan aktivis yang berada dalam armada kemanusiaan tersebut masih terus dipantau.
(Dra/nusantaraterkini.co)
Baca Juga : Di Laut Merah, Tiga Kapal Pemberontak Dihancurkan AS
