Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Karantina dan DKPP Sumsel Verifikasi Kesiapan Ekspor Telur Ayam Banyuasin ke Singapura

Editor :  hendra
Reporter :  Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Produksi telur ayam konsumsi di Kabupaten Banyuasin, Sumsel. (Foto: Karantina Sumsel)

Nusantaraterkini.co, BANYUASIN – Balai Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melaksanakan pendampingan standar ekspor bagi peternak ayam petelur di Desa Mukut, Kabupaten Banyuasin.

Kegiatan ini bertujuan untuk memverifikasi kelayakan teknis dan keamanan pangan telur ayam konsumsi asal Sumsel agar dapat memenuhi persyaratan pasar internasional, khususnya Singapura.

Kepala Balai Karantina Sumsel, Sri Endah menyampaikan pendampingan ini difokuskan pada pemantauan sarana produksi, penerapan biosekuriti, serta higiene sanitasi lingkungan pada unit usaha peternakan.

Baca Juga : Harga Cabai Merah di Palembang Mulai Turun, Tembus Rp30 Ribu per Kilogram

"Kita pastikan telur ayam asal Sumsel bisa ekspor dan diterima oleh negara tujuan," ujar Sri Endah dalam keterangan yang diterima, Selasa (20/1/2026).

Ia menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan dokumen dan fasilitas, unit usaha peternakan di Banyuasin sudah menunjukkan kesiapan untuk melakukan ekspansi pasar ke luar negeri.

"Dari kelengkapan dokumen yang telah dimiliki PT BMI, dirasa sudah cukup siap untuk ekspor, selanjutnya perlu memenuhi persyaratan sesuai negara tujuan," jelasnya.

Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Sumsel, Jafrizal menyebut unit usaha yang ditinjau telah mengantongi Nomor Kontrol Veteriner (NKV) level 1 dan sertifikat bebas Avian Influenza serta Salmonella.

"Hal tersebut menunjukkan bahwa unit usaha memiliki kepatuhan tinggi terhadap persyaratan teknis sehingga produknya sangat baik dan memenuhi semua standar keamanan pangan asal hewan,"imbuhnya.

Sementara itu, pengelola PT BMI, Niko mengatakan jika pihaknya kini tengah mengupayakan kerja sama logistik agar pengiriman ke Singapura dapat segera terealisasi dalam waktu dekat.

"Saat ini sedang proses negosiasi dengan pihak pengiriman agar dapat mengangkut telur ke Singapura," katanya.

Kabupaten Banyuasin tercatat memiliki lebih dari 100 peternakan ayam petelur dengan kapasitas produksi besar, salah satunya mencapai 17 ton per hari, yang menjadikannya daerah strategis untuk pengembangan ekspor peternakan.

“Ini diharapkan mampu mempercepat program Go Ekspor dan meningkatkan daya saing komoditas unggulan asal Sumatera Selatan di pasar global,” pungkasnya.

(Tia/nusantaraterkini.co).