Nusantaraterkini.co, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh, mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas kematian mahasiswi Universitas Negeri Manado (Unima) berinisial EMM. Muncul dugaan kuat korban mengalami tekanan psikologis akibat pelecehan seksual oleh oknum dosen sebelum ditemukan meninggal dunia di Tomohon, Sulawesi Utara.
Dugaan tersebut mencuat setelah beredarnya surat pengaduan tulisan tangan yang disebut dibuat oleh EMM dan ditujukan kepada Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Unima. Aparat kepolisian menyatakan tengah mendalami seluruh informasi dan bukti yang beredar terkait kasus ini.
Baca Juga : Mahasiswa Tewas Mengenaskan di Indekos, Ibu Korban Teriak Histeris
“Kematian seorang mahasiswi adalah tragedi besar yang tidak boleh disikapi secara biasa. Negara wajib hadir memastikan keadilan bagi korban dan keluarganya,” tegas Ninik, Rabu (31/12/2025).
Menurut Ninik, segala bentuk kekerasan seksual tidak dapat dibenarkan dengan alasan apa pun, terlebih jika terjadi di lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi ruang aman bagi peserta didik.
“Jika benar ada tindakan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum tenaga pendidik hingga berdampak pada kondisi psikologis korban, maka ini merupakan kejahatan serius yang harus diproses hukum secara tegas,” ujarnya.
Legislator dapil Jatim ini menegaskan komitmennya untuk terus menggaungkan gerakan anti-kekerasan seksual, khususnya di lingkungan pendidikan. Ia mendorong kampus agar kooperatif, terbuka, dan tidak melindungi pelaku jika terbukti bersalah.
Baca Juga : Mahasiswa Tewas Tergeletak di Tengah Jalan Kampus di Surabaya
“Penegakan hukum yang transparan sangat penting agar kasus ini tidak berhenti pada spekulasi publik. Ini juga menjadi pelajaran penting bagi seluruh institusi pendidikan untuk memperkuat sistem pencegahan dan perlindungan korban,” pungkasnya.
(Cw1/Nusantaraterkini.co)
