Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Kehilangan Nyawa Karena Kemacetan, Warga Minta Pemerintah Serius Atasi Polemik Pasar Gambir

Editor :  Fadli Tara
Reporter :  Aldi Nasution
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
ist/ ilustrasi kemacetan di Pasar Gambir

Nusantaraterkini.co, DeliSerdang - Ryan warga pasar Gambir, Tembung Pasar VII, Kecamatan Percutseituan ini tak pernah melupakan kejadian yang menimpanya.

Di mana orangtuanya yang bernama Lusma (54) tahun meninggal dunia lantaran terjebak kemacetan saat hendak dibawa ke rumah sakit.

Kejadian nahas yang dialami keluarganya itu terjadi beberapa waktu silam, hingga kini kondisi pasar Gambir masih dihantui kemacetan lantaran pedagang kaki lima (PKL) masih leluasa berjualan menggunakan jalan utama.

Baca Juga : Pemerintah Hingga Aparat Terkesan Tutup Mata, Pasar Gambir Masih Jadi Polemik

Dijelaskan Ryan saat ditemui Nusantaraterkini.co di kediamannya, menuturkan bahwa orang tuanya saat itu mengidap penyakit kelenjar getah bening stadium empat dan harus dilarikan ke rumah sakit yang terdekat yakni RS Mitra Medika.

Disaat kritis dan hendak diantarkan ke rumah sakit, ambulance yang ditumpangi ia dan mendiang orangtuanya itu terjebak kemacetan yang terjadi d pasar (pajak) Gambir.

Hingga orang tuanya tak dapat penanganan serius dari tim medis hingga merenggut nyawa orang tuanya.

Baca Juga : Disinyalir Ada Upeti, Penyebab Proses Pemagaran Pasar Gambir Jalan Ditempat

Pengakuan anak korban Ryan, seandainya bisa cepat tiba ke rumah sakit pasti Lusma dapat tertolong.

"Kalau seandainya tidak terhenti dipasar 8 kemungkinan selamat, Karna nafas beliau masih ada," ujarnya.

Melihat kondisi Pasar Gambir yang semakin semerawut itu, Ryan berharap pemerintah serius menertibkan dan menjalankan program relokasi PKL sehingga tidak terjadi hal-hal serupa.

Baca Juga : Raja Panjaitan jadi Ketua Pemagar: Menjadi Suatu Wadah Kebermanfaatan Terhadap Masyarakat

"Pasar (pajak) Gambir, harus segera mendapatkan perhatian khusus, akibat pedagang yang memenuhi ruas jalan dan agar tidak kejadian serupa terulang kembali," bebernya.

(cw4/nusantaraterkini.co)