Nusantaraterkini.co, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang isbat pada awal Zulhijah 1447 H/ 29 Zulkaidah 1447 H yang bertepatan 17 Mei 2026.
Sidang ini akan mengumumkan kapan penetapan Hari Raya Iduladha 1447 H bagi umat Islam di Indonesia.
Baca Juga : Sidang Isbat Penetapan Iduladha Digelar Hari Ini
Sidang isbat dijadwalkan berlangsung di Auditorium H.M. Rasjidi, Kantor layanan Kemenag, Jakarta dan menjadi bagian dari mekanisme pemerintah dalam penentuan awal bulan Hijriah.
Baca Juga : Hasil Sidang Isbat, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
“Sidang isbat merupakan forum musyawarah yang mempertemukan pemerintah, ormas Islam, serta para ahli falak dan astronomi dalam menetapkan awal bulan Hijriah,” ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad saat memimpin rapat persiapan sidang isbat di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Rapat koordinasi ini melibatkan berbagai unsur terkait, baik dari internal Kementerian Agama maupun lembaga mitra.
Baca Juga : PLN UP3 Padangsidimpuan Tebar Kepedulian Iduladha, Sembelih 4 Sapi dan 1 Kambing untuk Warga
Ia menjelaskan, proses penetapan awal Zulhijah dilakukan dengan mengintegrasikan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan hilal). Kedua pendekatan ini saling melengkapi dalam menghasilkan keputusan yang komprehensif.
Baca Juga : Kemnaker Himpun 93 Hewan Kurban, Menaker: Iduladha Momentum Perkuat Kepedulian dan Kinerja
Menurutnya, data hisab memberikan gambaran awal posisi hilal, sementara rukyat menjadi konfirmasi faktual melalui pengamatan langsung di berbagai titik pemantauan di seluruh Indonesia.
"Pendekatan ini memastikan keputusan yang diambil tidak hanya berbasis data ilmiah, tetapi juga terkonfirmasi melalui pengamatan lapangan,” jelasnya.
Baca Juga : Madrasah Kini Bisa Manfaatkan Program Tebus Ijazah Pemko Medan
Rangkaian sidang isbat akan diawali dengan seminar posisi hilal yang memaparkan data astronomi dari Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.
Baca Juga : Pemerintah Tetapkan Idul Adha 2026 Jatuh pada 27 Mei, Muhammadiyah Kompak Rayakan di Hari yang Sama
Seminar ini disiarkan secara terbuka sebagai bentuk transparansi informasi kepada publik. Setelah itu, panitia akan menerima laporan hasil rukyatul hilal dari berbagai lokasi pengamatan, mulai dari wilayah barat hingga timur Indonesia.
“Selanjutnya, Menteri Agama akan memimpin sidang dengan mendengarkan pertimbangan para peserta sebelum menetapkan awal Zulhijah secara resmi,” ujarnya.
Berdasarkan data awal yang dipaparkan dalam rapat persiapan, posisi hilal pada 29 Zulkaidah 1447 H secara hisab telah memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS.
“Perhitungan menunjukkan tinggi hilal berada di atas 3 derajat dan elongasi di atas 6,4 derajat, sehingga secara teori telah memenuhi kriteria imkan rukyat,” ungkapnya.
Meski demikian, Abu menegaskan bahwa data tersebut masih bersifat prediktif dan belum menjadi dasar penetapan resmi.
“Penetapan awal Zulhijah tetap menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat sebagai otoritas resmi pemerintah,” tegasnya.
Ia menambahkan, hasil sidang isbat akan diumumkan melalui konferensi pers agar dapat menjadi rujukan bersama bagi umat Islam di Indonesia.
"Jika ditanya kapan Iduladha, kami mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang isbat pada 17 Mei 2026,” pungkasnya.
(zie/nusantaraterkini.co)
