Nusantaraterkini.co, MEDAN - Jelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025, harga minyak goreng curah mengalami lonjakan signifikan, yang turut berdampak pada para pedagang gorengan di Kota Medan. Kenaikan harga minyak ini membuat banyak pedagang khawatir dengan daya beli pelanggan yang mulai tertekan.
Siti (42), salah seorang penjual gorengan di Jalan Mahameru, Medan Timur, mengungkapkan bahwa harga minyak goreng curah di grosir tempatnya membeli bahan baku kini naik Rp2.000 per kilogram.
"Sebelumnya, saya beli minyak dengan harga Rp15.500 per kilo, sekarang sudah menjadi Rp17.500," ujarnya saat ditemui di lokasi usahanya, Senin (9/12/2024).
Baca Juga : Pemprov Sumut Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Natal dan Tahun Baru
Meski harga minyak curah mengalami kenaikan cukup besar, Siti mengaku belum berani menaikkan harga jual gorengannya.
"Kalau saya naikkan harga, takut pelanggan jadi berkurang, apalagi kebanyakan yang beli adalah anak sekolah dan masyarakat menengah," keluhnya.
Siti juga menambahkan bahwa usaha gorengannya sempat viral karena menawarkan harga murah.
"Dulu saya jual Rp500 per potong, sekarang harga per 3 potongnya sudah Rp2.000. Kalau saya naikkan lagi, pasti dagangan saya sepi," ujar Siti.
Untuk mengatasi kenaikan harga minyak goreng, Siti memutuskan untuk meningkatkan volume produksi.
"Sekarang saya goreng lebih banyak. Biasanya saya jual 7 jenis gorengan dengan 200 potong per jenis, mulai hari ini saya buat 250 potong per jenis. Semoga bisa laku sampai habis," tambahnya dengan penuh harapan.
Siti juga berharap harga minyak goreng curah bisa segera turun dan pemerintah dapat membuat kebijakan yang mengatur harga minyak goreng agar tidak mengalami lonjakan mendekati hari besar.
"Saya berharap pemerintah bisa turun tangan agar harga minyak goreng tidak naik secara tiba-tiba saat mendekati hari besar," pungkasnya.
(cw9/nusantaraterkini.co)
