Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Khofifah Berterima Kasih ke Ketua Umum PBNU, NU-nya saya asli apa tidak?

Editor :  Annisa
Reporter :  Shakira
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin sempat menyinggung keraguan 'ke-NU-an' pihak yang tak mendukung dirinya dan Anies Baswedan.

Menurut Cak Imin, orang yang memang berideologi Nahdlatul Ulama (NU), pasti mendukung ia dan Anies Baswedan.

Nusantaraterkini.co - Ketua Umum Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Khofifah Indar Parawansa menanggapi hal tersebut, mengucapkan terima kasih kepada Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf sekaligus Sekjen PBNU Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) yang telah menganggap dirinya adalah warga NU asli. 

Baca Juga : Hadapi Tantangan Era Digital, Pesantren Dituntut Jadi Ruang Riset dan Inovasi

Hal ini disampaikan Khofifah dalam pidatonya di acara Harlah ke-78 Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Sabtu (20/1) pagi ini.

"Saya ucapkan terima kasih kepada Sekjen PBNU Gus Ipul secara khusus bersama Kiai Yahya Cholil. Beliau sampaikan kalau ke-NU-an Khofifah katanya asli," kata Khofifah yang disambut tepuk tangan ratusan ribu warga Muslimat yang hadir.

Khofifah tak punya wenang untuk mengakui apakah dirinya NU asli apa bukan. Kemudian ia bertanya kepada para warga Muslimat yang hadir apakah NU-nya asli apa tidak.

Baca Juga : Festival Qasidah Rebana Klasik, Fatayat NU Apresiasi Pemkot Padangsidimpuan Fasilitasi Kegiatan Agama

"Saya enggak pada maqomnya ngitung. NU-nya saya asli apa tidak?" tanya Khofifah.

"Asliiii," teriak para warga partisipan.

"Persis dawuh Ketum PBNU dan Sekjen PBNU. Matur nuwun," tambah Khofifah.

Baca Juga : Gubernur Jatim Temui Kemenkes Budi: Tiga Program Penting RSP-PU di Pemprov Jatim

Khofifah juga menjelaskan alasan memperingati Harlah ke-78 Muslimat yang digelar pada Sabtu (20/1) hari ini. Padahal, Muslimat NU resmi berdiri pada 29 Maret 1946.

Khofifah menjelaskan bahwa Harlah Muslimat NU selama ini mengacu pada kalender hijriah, yakni pada 26 Rabiul Akhir.

Jika disesuaikan dengan kalender masehi pada saat itu, ia menyebut harlah sudah dimulai sejak November 2023.

Baca Juga : Dapatkan Dukungan Parpol, Khofifah-Emil Pastikan akan Mendaftar di 28 Agustus Medatang

"Kita ambil tengah-tengahnya dengan nyambung dengan Harlah NU. NU lahir hijriahnya 16 Rajab. Kalau masehinya 31 Januari. Jadi nyekrub dengan Harlah NU," kata Khofifah.

(Ann/Nusantaraterkini.co)