Nusantaraterkini.co, MEDAN – Di balik senyum ramahnya, Novilia Mustika Sari menyimpan kisah ketangguhan seorang pengusaha perempuan yang tak luntur diterjang badai pandemi. Sosok ibu dari dua anak ini kini menjadi salah satu pilar penting dalam organisasi pemberdayaan perempuan di Sumatera Utara (Sumut).
Novilia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (WKU) di dua organisasi besar sekaligus, yakni Perpina dan IWAPI Sumut.
Perjalanan karier Novilia, atau yang akrab disapa Opie, tidaklah instan. Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia bisnis dan organisasi, ia pernah mengecap pengalaman di dunia kantoran hingga menjadi agen asuransi. Namun, tantangan terberat datang saat kafe yang ia rintis terpaksa gulung tikar akibat pandemi COVID-19.
Baca Juga : Bank Indonesia Diminta Prioritaskan Pembiayaan Sektor UMKM dan Ekspor
Alih-alih menyerah, kegagalan tersebut justru membawanya ke arah baru. Novilia kini fokus mengembangkan bisnis ekspor kopi jenis green bean. Kesempatan ini pula yang mempertemukannya dengan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) pada masa pandemi, sebuah langkah yang membuka jalan bagi pengabdiannya di dunia organisasi.
"Dulu sempat pernah kerja kantoran, agen asuransi, sampai akhirnya saya punya usaha sendiri. Dari buka kafe yang akhirnya bangkrut saat COVID, lalu akhirnya saya konsen di ekspor kopi green bean," ujar Novilia saat diwawancarai nusantaraterkini.co di Medan, Kamis (14/5/2026).
Saat ini, Novilia memegang peran strategis sebagai WKU bidang UKM, Parekraf, dan Kebudayaan di Perempuan Pemimpin Indonesia (Perpina) Sumut. Di saat yang sama, ia juga dipercaya sebagai WKU Bidang Perindustrian di DPD IWAPI Sumut.
Baca Juga : Penguatan Pascabencana, Pemprov Sumut Siapkan Program Pemberdayaan Ekonomi Perempuan
Bagi Novilia, organisasi bukan sekadar wadah berkumpul, melainkan jembatan untuk membantu para ibu di daerah agar lebih berdaya secara ekonomi. Di Perpina yang tergolong baru di Sumut, fokusnya adalah membentuk kepengurusan di berbagai daerah (DPC) untuk menjangkau lebih banyak pelaku usaha perempuan.
"Dengan dibentuknya DPC-DPC itu, mungkin kita akan bisa bekerja sama dengan ibu-ibu di sekitarnya untuk bisa meningkatkan kualitas ibu-ibu di bidang pekerjaannya masing-masing," jelasnya.
Novilia sangat meyakini bahwa peran perempuan dalam dunia usaha sangatlah krusial. Ia mengibaratkan pelaku UMKM sebagai 'lebah' yang bekerja keras menjaga stabilitas ekonomi negara, terutama di masa krisis.
"UKM-UKM ini kan seperti lebah-lebah yang membantu. Kita lihat negara-negara lain itu tumbang karena tidak ada UKM-nya, tapi kenapa Indonesia tidak tumbang? Karena UMKM kita sangat membantu. Ibu-ibunya sangat luar biasa," tegas Novilia.
Melalui organisasi, ia berkomitmen membantu UMKM naik kelas, mulai dari penyediaan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga sertifikasi halal. Menurutnya, tantangan terbesar bagi perempuan untuk memulai bisnis bukanlah modal atau persaingan, melainkan keraguan pada diri sendiri.
"Tantangan yang terbesar itu adalah diri kita sendiri. Kalau diri kita sendiri sudah bilang kita bisa, pasti kita bisa," pungkasnya menutup percakapan.
(Cw4/nusantaraterkini.co).
