Nusantaraterkini.co, SAMOSIR - Pemerintah Kabupaten Samosir gelar perayaan Hari Ulos Nasional tahun 2025, dengan berbagai perlombaan musik dan tari kreasi tradisional antar Kecamatan Tingkat SD dan SMP se-Kabupaten Samosir.
Acara di langsungkan di panggung terapung Waterfroncity Pangururan, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir, Jumat (24/10/2025).
Baca Juga : Hari Ulos Nasional Dirayakan di Tepi Danau Toba
Penggelaran peringatan Ulos mengambil tema, "Merayakan Warisan, Menyatukan Generasi", sebanyak 18 peserta diikuti SD dan SMP yang diwakilkan perkecamatan di Kabupaten Samosir.
Ulos merupakan kain tenunan khas Batak yang memilik motif, nuansa, makna dan jenis bermacam-macam yang mencerminkan adat dan kebudayaan telah berdampingan dengan masyarakat sejak dari nenek moyang hingga sekarang.
Kain Ulos dipakai dalam sehari-hari mulai dari tradisi adat pernikahan, kematian, memasuki rumah baru, tujuh bulanan bahkan sekarang di kreatifitaskan menjadi busana yang bisa dipakai kemana saja dengan model yang otentik.
Hari Ulos di gelar bertujuan untuk mengingatkan dan melestarikan bahwa Ulos bukan sekedar kain tenunan, namun warisan tak benda dari leluhur yang harus di dijaga dan dikembangkan hingga ke generasi penerus.
Dinas Pendidikan dan Olah Raga Samosir, diwakilkan oleh Seketaris, Ronal Martohap Sinaga, mengajak seluruh masyarakat maupun generasi muda untuk melestarikan Ulos.
Baca Juga : Yuk Kenali Gejala TBC, Penyebab dan Cara Mengobatinya
"Pada tanggal 17 oktober 2024 telah ditetapkan bahwa Ulos adalah warisan budaya non benda, sebagai bentuk identiasi orang batak yang ada di seluruh dunia, bahwa ulos salah satu bentuk kekayaan terkhususnya di budaya orang batak,"ungkapnya.
Ia mengajak seluruh anak muda dan masyarakt Samosir untuk melestarikan Ulos sebagi warisan tak benda dari leluhur.
"Mari kita semua lestarikan Ulos sebagai warisan tak benda dari leluhur kita, jangan lupa perjuangan opung kita yang terdahulu,"tangkasya.
Baca Juga : Hari Kesadaran Nasional, ASN Pemprov Sumut Diminta Tingkatkan Kesadaran TBC
Wakil Bupati Samosir, Ariston Sidauruk Membuka acara tersebut dengan berpesan agar menjaga Ulos tetap di lestarikan sampai tempat perantauan hingga keluar negeri.
"Anak-anak muda mari bersama-sama lestarikan Ulos sebagai identitas kita dan warisan leluhur yang sepatutnya kita jaga hingga ketempat perantauan maupun keluar negeri, begitu pula dengan kegiatan lomba tari kreasi dan musik pada hari ini berikan lah yang terbaik,"tutupnya.
(Jas/Nusantaraterkini.co)
