Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Mengenal Matcha Halal dari Guizhou yang Kini Kuasai Tren Minuman Teh di Indonesia

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Foto yang diabadikan menggunakan drone pada 16 April 2025 ini menunjukkan para petani teh memasang jaring peneduh pada tanaman teh yang digunakan sebagai bahan baku produksi matcha di Kebun Teh Jiulongshan, wilayah Jiangkou, Kota Tongren, Provinsi Guizhou, China barat daya. (Foto: Xinhua/Ou Dongqu)

Nusantaraterkini.co, GUIYANG - Di Indonesia, ada semakin banyak kafe dan gerai minuman teh yang menambahkan matcha ke dalam menu mereka. Di balik tren yang kian berkembang ini, terdapat perkebunan teh berkualitas tinggi yang terletak di China barat daya.

"Konsumen Indonesia menyukai tekstur matcha yang lembut, aroma yang segar, serta warna hijaunya yang cerah," ujar Rusdi Zhang, pemasok bahan baku makanan dan minuman asal Indonesia.

Baca Juga : Ekspor Karet Alam Sumut Juli 2025 Terkoreksi, Harga Mulai Menguat

"Banyak pemilik kafe juga menyebutkan bahwa matcha ini memberikan hasil yang konsisten, baik saat disajikan sebagai minuman panas maupun dingin," sambungnya. 

Baca Juga : 4 Minimarket Sudah Hadir di IKN, Pengunjung Ramai Belanja

Perusahaan Zhang memasok bahan baku ke kafe-kafe, jaringan gerai minuman teh susu, restoran, serta produsen minuman di seluruh Indonesia. Terkait perubahan pasar, dia menjelaskan bahwa seiring pesatnya pertumbuhan industri minuman di tanah air, semakin banyak konsumen muda peduli akan kesehatan, sehingga mendorong peningkatan signifikan terhadap permintaan akan transparansi bahan baku.

"Saat ini, konsumen lebih menyukai bahan-bahan alami. Bubuk matcha murni membantu kami membangun kepercayaan yang lebih kuat dengan para pelanggan karena mereka dapat menikmati cita rasa dan kualitas matcha yang autentik," ujarnya.

Baca Juga : Terima Audiensi Pedagang, Letnan Dalimunthe Tegaskan Prinsip Berpihak kepada Masyarakat

Menariknya, matcha yang berasal dari Provinsi Guizhou di China barat daya ini telah memperoleh sertifikasi halal, sehingga memenuhi kebutuhan konsumsi mayoritas masyarakat Indonesia sekaligus memberikan rasa aman, baik bagi kafe maupun konsumen akhir.

Baca Juga : Indeks Utama Wall Streeet Ditutup Melorot Diterjang Perang Tarif yang Tak Henti-hentinya

Distributor Indonesia tersebut pertama kali bertemu dengan Gui Tea Group, salah satu produsen matcha terkemuka di China yang berbasis di Guizhou, dalam sebuah pameran pada 2024. Sejak saat itu, kedua pihak terus menjalin komunikasi dan pertukaran.

Guizhou memiliki perkebunan teh dataran tinggi dengan garis lintang rendah dan kondisi berkabut yang sering terjadi. Kondisi ini membantu menghasilkan matcha dengan warna hijau yang cerah serta cita rasa yang segar dan pekat.

Baca Juga : Darmadi Durianto: Indonesia Tak Bisa Lawan Balik AS, Hanya Negosiasi yang Bisa Selamatkan Industri

Gui Tea Group membangun lini produksi matcha modern yang terintegrasi, mulai dari budi daya dengan teknik naungan (shaded cultivation), pengukusan untuk menghentikan oksidasi (steam fixation), hingga penggilingan cerdas di wilayah Jiangkou yang terletak di kaki Gunung Fanjingshan, yang merupakan Situs Warisan Alam Dunia UNESCO.

Baca Juga : Harga Emas Antam Hari Ini 3 Februari 2026 Anjlok Rp183 Ribu, Cek Rinciannya!

Setiap batch matcha di sana harus melewati lebih dari 500 pengujian residu pestisida guna memastikan kandungan residu dan logam berat berada di bawah batas yang ditetapkan. Selain itu, produk tersebut juga telah memperoleh sertifikasi halal.

Kualitas yang stabil dan tinggi telah mendorong pertumbuhan pasar yang pesat. Gui Tea Group mengekspor kurang dari 10 ton matcha ke Indonesia pada 2024, dan jumlah tersebut melonjak menjadi lebih dari 60 ton pada 2025, atau meningkat lebih dari lima kali lipat.

Selain memasok bahan baku, mitra asal China tersebut juga menyesuaikan diri dengan preferensi rasa konsumen Indonesia melalui bantuan penyesuaian resep dan pelatihan aplikasi produk. Langkah itu membantu mengurangi hambatan penelitian dan pengembangan bagi pelaku usaha minuman lokal, sehingga mereka dapat meluncurkan produk baru dengan lebih cepat.

Zhang menyatakan bahwa selain menyediakan matcha murni, perusahaannya juga dapat mengembangkan resep minuman dan makanan berbahan dasar matcha untuk pelanggan, menyediakan sampel, serta membantu mencampurkan berbagai tingkat kualitas matcha agar sesuai dengan selera lokal.

"Matcha bukan lagi produk khusus untuk segmen tertentu. Matcha kini telah menjadi bagian dari tren utama minuman di Indonesia," sebut Zhang.

Ke depannya, mitra asal Indonesia tersebut memproyeksikan bahwa penggunaan matcha akan meluas dari produk minuman ke produk roti, hidangan penutup, es krim, hingga produk minuman siap saji (ready-to-drink).

"Seiring meningkatnya pemahaman konsumen tentang kualitas matcha, permintaan akan matcha premium dan berkualitas tinggi kemungkinan akan semakin kuat di Indonesia," tambah Zhang.

Di Provinsi Guizhou telah terbentuk rantai industri terintegrasi yang menghubungkan Gui Tea Group, petani lokal, dan perusahaan mitra. Para petani fokus pada budi daya teh, perusahaan mitra menangani pengolahan awal, sementara Gui Tea Group bertanggung jawab atas proses produksi lanjutan.

Model ini memastikan para petani menerapkan standar budi daya yang seragam, sehingga kualitas matcha tetap konsisten dan dapat ditelusuri sepenuhnya.

(*/nusantaraterkini.co) 

Sumber: Xinhua