Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Merajut Kembali Silsilah di Bonjol, Rano Karno Perkuat Ikatan Lewat Tradisi Makan Bajamba ​

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Melalui tradisi Makan Bajamba, "Si Doel" melakukan diplomasi kebudayaan sekaligus menunaikan wasiat leluhur di Kampung Jambak, Selasa (14/4/2026).(foto: istimewa)

Nusantaraterkini.coPASAMAN– Di bawah atap rumah kayu sederhana peninggalan sang ayah, aktor legendaris Soekarno M Noer, Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno kembali meneguhkan jati dirinya sebagai putra asli Pasaman. Melalui tradisi Makan Bajamba (makan bersama dalam satu talam), sosok yang dikenal sebagai "Si Doel" ini melakukan diplomasi kebudayaan sekaligus menunaikan wasiat leluhur di Kampung Jambak, Selasa (14/4/2026).

​Prosesi makan bersama Bupati Pasaman Welly Suhery dan para pemuka adat ini menjadi puncak dari perjalanan spiritual Rano dalam menelusuri silsilah keluarganya. Bagi Rano, kunjungan ini bukan sekadar agenda protokoler pejabat negara, melainkan upaya menjaga agar akar sejarahnya tidak tercerabut meski telah lama menetap di ibu kota.

Baca Juga : Pemprov DKI Jakarta dan Pemkab Pasaman Jajaki Kerjasama Pangan

​"Ini adalah bagian dari sejarah yang tidak ingin saya putuskan. Walau sederhana, rumah pusako ini adalah bukti silsilah kami. Saya datang untuk mencari semua garis keturunan agar anak cucu saya nanti tahu bahwa orang tua mereka punya kampung di Bonjol," ujar Rano Karno di sela-sela kegiatan adat tersebut.

Baca Juga : Kemeriahan Imlek Jakarta 2026: Instalasi Kuda Raksasa Hiasi Bundaran HI

​Rano mengungkapkan bahwa kepulangannya kali ini membawa amanah mendalam dari almarhumah ibundanya. Sejak akhir 2015, terdapat keinginan kuat dari keluarga besar untuk memperbaiki rumah peninggalan keluarga di Bonjol sebagai simbol bertautnya kembali hubungan kekeluargaan yang sempat renggang oleh jarak dan waktu.

Kehadiran Rano di rumah peninggalan ayahnya itu pun menjadi magnet bagi kerabatnya dari luar daerah, termasuk dari Sumatera Utara, untuk berkumpul kembali. Silsilah keluarga yang sempat terfragmentasi kini perlahan tersambung kembali melalui dialog-dialog hangat di meja makan tradisi Minangkabau tersebut.

​Bupati Pasaman, Welly Suhery, yang turut mendampingi prosesi tersebut, menilai bahwa kekuatan silsilah dan ikatan batin Rano Karno terhadap Pasaman adalah modal berharga bagi daerah. Menurutnya, kesediaan seorang tokoh nasional untuk mengakui dan merawat akar budayanya memberikan motivasi besar bagi masyarakat lokal.

​"Kami sangat mengapresiasi cara beliau merawat sejarah keluarga. Ini bukan sekadar makan bersama, tapi pengakuan tulus bahwa Pasaman adalah rumah. Hubungan emosional yang kuat seperti inilah yang kami harapkan menjadi pintu masuk bagi kemajuan bersama di masa depan," pungkas Bupati Welly.

(Emn/Nusantaraterkini.co)