Nusantaraterkini.co, JAKARTA-Menghadapi ancaman fenomena El Nino yang diprediksi akan membawa musim kemarau lebih awal dan lebih panjang, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama Kementerian Kehutanan (Kemenhut) resmi memperkuat sinergi melalui kesepakatan strategis. Fokus utama dari kolaborasi ini adalah mengedepankan langkah preventif guna mencegah terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), terutama pada wilayah-wilayah yang memiliki kerentanan tinggi seperti lahan gambut.
"Strategi andalan yang kini tengah diakselerasi adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Operasi ini bertujuan untuk melakukan pembasahan kembali (re-wetting) pada area hutan dan lahan sebelum titik api muncul. Saat ini, langkah deteksi dini melalui OMC sudah mulai dijalankan di beberapa wilayah krusial, termasuk Riau dan Kalimantan Barat, sebagai respons cepat terhadap penurunan tinggi muka air tanah," ujar Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni, seperti dilansir RMOL, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga : Gempa M4.1 Guncang Nias Barat, BMKG: Dipicu Aktivitas Megathrust
Raja Juli menegaskan menjaga cadangan air tanah adalah kunci utama agar lahan tidak mudah terbakar. Mencegah karhutla, kata dia, jauh lebih baik daripada memadamkan api.
Baca Juga : Gempa Magnitudo 4.3 Guncang Bener Meriah, Getaran Terasa hingga Takengon
"Kita terus pantau tinggi muka air tanah, terutama di lahan gambut. Jika sudah di bawah 40 cm, kita segera lakukan OMC," jelas Raja Juli.
Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menekankan pentingnya integrasi data iklim yang akurat untuk memprediksi titik rawan secara presisi. BMKG berkomitmen mendukung penuh Kemenhut dengan memasang berbagai instrumen sensor meteorologi di kawasan hutan guna meningkatkan keandalan data iklim nasional.
Baca Juga : Komisi IV Desak Kemenhut Sanksi Pidana 4 Perusahaan Penyebab Banjir Sumatera yang Telah Disegel
"Sinergi ini diharapkan mampu mengubah pola penanganan karhutla dari yang sebelumnya bersifat kuratif atau pemadaman saat api berkobar, menjadi sistem pencegahan yang terstruktur dan berbasis data," ujarnya.
Baca Juga : Segel 3 PHAT Baru, Total Kemenhut Tindak 11 Subjek Hukum Terkait Bencana Banjir Sumut
(Emn/Nusantaraterkini.co)
