Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Momen Terakhir Pratu Ferischal Sebelum Tewas, Sempat Minta Rp10 Ribu ke Sang Adik

Editor :  hendra
Reporter :  Adetia Purwaningsih
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Polisi saat mendatangi lokasi kejadian yang berada di Jalan Letjen H. Alamsyah Ratu Prawiranegara (Jalan Lintas Sumatera) Nomor 61, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Kota Palembang, Sabtu (16/5/2026). (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, PALEMBANG — Kenangan memilukan menyelimuti Faraditha (19), karena sang kakak, Pratu Ferischal (23) sempat meminta uang kicik senilai Rp10 ribu dalam pertemuan terakhir mereka sebelum personel Denkesyah Palembang itu tewas ditembak oknum sesama TNI berinisial Sertu RN (23) di Cafe Panhead Palembang, Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 02.30 WIB.

“Tidak ada firasat apa-apa. Terakhir ketemu kemarin, dia cuma sempat minta uang Rp10 ribu sama saya,” ujar Faraditha di instalasi forensik RS Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang.

Insiden penembakan yang menewaskan korban tersebut, dipicu oleh keributan akibat saling senggol saat berjoget di tempat hiburan malam hingga berujung perkelahian yang membuat pelaku melepaskan tembakan.

Baca Juga : Kodam II/Sriwijaya Masih Selidiki Penembakan yang Tewaskan Pratu FAA di Panhead Cafe

Faraditha mengaku sangat terpukul karena kabar kematian tragis kakaknya tersebut diterima secara mendadak saat dirinya tengah fokus mengikuti kegiatan perkuliahan di kampus.

Ia langsung bergegas menuju rumah sakit setelah mendapat informasi, namun ia mendapati jika tubuh sang kakak yang terluka parah akibat tembakan senjata api sudah tidak bernyawa.

“Waktu dapat kabar saya langsung ke RS Permata, tapi ternyata kakak saya sudah dibawa ke RS Bhayangkara,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, korban sempat dilarikan ke RS Permata Palembang pasca-penembakan di tempat hiburan malam tersebut. Namun, korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis sekitar pukul 03.30 WIB akibat pendarahan.

Sementara itu, aparat Kepolisian Polsek Ilir Barat I Palembang di bawah pimpinan Kompol Fauzi Saleh telah melakukan olah TKP awal, memeriksa rekaman kamera pengawas CCTV, dan meminta keterangan saksi-saksi di lokasi kejadian sebelum menyerahkan kasus ini.

“Benar ada insiden keributan yang berujung satu orang meninggal dunia, untuk penanganan lebih lanjut lebih baik konfirmasi langsung ke Denpom,” katanya.

Di tengah situasi berkabung di RS Bhayangkara Palembang, keluarga korban juga sempat melihat langsung terduga pelaku Sertu RN yang dibawa petugas ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan visum medis.

Begitu proses visum selesai dilakukan, terduga pelaku penembakan tersebut langsung dibawa pergi secara ketat dan diamankan oleh personel Intel Kodam guna kepentingan pemeriksaan intensif.

“Tadi sempat lihat pelaku datang bersama temannya untuk visum sebelum dibawa dan diamankan,” ucap dia.

Atas hilangnya nyawa Pratu Ferischal dalam insiden penyalahgunaan senjata api ini, pihak keluarga meminta keadilan yang seadil-adilnya dari peradilan militer.

Mereka mendesak jajaran penegak hukum TNI AD agar melaksanakan proses peradilan secara terbuka, transparan, serta memberikan sanksi hukuman maksimal berupa pemberhentian tetap dari dinas militer terhadap Sertu RN. 

(Tia/nusantaraterkini.co)