Nusantaraterkini.co, JAKARTA–Babak reguler Mobile Legends Bang Bang Professional League (MPL) Season 17 akhirnya resmi berakhir setelah menyelesaikan laga sengit di Week 9, Minggu (24/5/2026). Peta persaingan menuju gelar juara kini telah mengerucut, menyisakan enam tim terbaik yang berhak melaju ke babak Playoff.
Sementara itu, tiga tim terbawah terpaksa harus mengemas koper lebih awal setelah gagal menembus zona aman.
Baca Juga : Jadwal Grand Final MPL ID Season 17: Rematch ONIC vs BTR dan Rekap Hasil Playoff
ONIC tampil luar biasa sepanjang musim reguler dengan mengukuhkan diri sebagai jawara klasemen. Tim berlogo landak kuning tersebut mencatatkan rekor impresif 13 kemenangan dan hanya menelan 3 kekalahan dengan agregat game +21.
Menyusul di posisi kedua, Team Liquid ID sukses mengamankan slot berharga setelah mengalami lonjakan performa di minggu terakhir dengan rekor match 10-6. Keberhasilan menduduki peringkat dua teratas ini memberikan keuntungan krusial bagi ONIC dan Team Liquid ID, yang secara otomatis lolos langsung ke semifinal Upper Bracket.
Baca Juga : MPL ID Season 17: ONIC Amankan Tiket Grand Final, BTR Bersiap Balas Dendam
Persaingan sengit terjadi di zona tengah demi memperebutkan sisa tiket Play Off. Dewa United Esports berhasil menempati peringkat ketiga dengan rekor 9-7 (+5), dibuntuti ketat oleh Bigetron di peringkat keempat dengan rekor match yang sama namun kalah dalam selisih game (-1).
Baca Juga : Klasemen MPL ID S17: ONIC Tak Terbendung, Sang Raja RRQ Hoshi Resmi Tersingkir dari Persaingan Play-off
Dua tiket terakhir menuju babak gugur berhasil diamankan oleh EVOS (8-8) dan Geek Fam ID (8-8). Keempat tim di posisi 3 hingga 6 ini harus berjuang ekstra keras melewati babak penyisihan Play-ins terlebih dahulu.
Di sisi lain, kejutan pahit harus ditelan oleh beberapa tim besar yang gagal melaju ke fase berikutnya. Alter Ego yang bertengger di peringkat ketujuh dengan rekor 7-9 dipastikan tereliminasi, diikuti oleh tim Natus Vincere yang finis di posisi kedelapan dengan rekor 6-10.
Namun, sorotan paling tajam tertuju pada sang mantan juara, RRQ Hoshi. Musim ini menjadi salah satu performa terburuk dalam sejarah tim, di mana mereka harus terdampar di dasar klasemen (peringkat ke-9) dengan hanya mengantongi 2 kemenangan dan menderita 14 kekalahan sepanjang musim reguler.
(Emn/Nusantaraterkini.co)
