Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Murid Kelas 1 Sekolah Dasar Tewas Ditikam Guru di Korea Selatan

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Ilustrasi. (Foto: istockphoto)

Nusantaraterkini.co, SEOUL - Polisi Korea Selatan memeriksa seorang guru sekolah dasar yang diduga menikam seorang murid kelas satu hingga terbunuh di Kota Daejeon, Selasa (11/2/2025).

Pembunuhan yang terjadi pada Senin (10/2/2025) saat jam istirahat sepulang sekolah itu telah mengejutkan Negeri Ginseng itu dan mendorong pejabat presiden Korea Selatan untuk memerintahkan peninjauan ulang standar keselamatan sekolah.

Tersangka perempuan tersebut menerima perawatan medis untuk luka yang ditimbulkannya sendiri setelah kematian korban di ruang audio-visual di lantai dua sekolah tersebut, kata Yuk Jong-myeong, kepala kantor polisi distrik barat Daejeon.

Baca Juga: Penikaman Berujung Nyawa Melayang di Nias Selatan, Polisi: Pelaku Tak Terima Diejek Pemabuk

Yuk mengatakan tersangka, yang dilaporkan berusia 40-an, mengatakan kepada polisi bahwa dia baru kembali bekerja setelah cuti karena alasan kesehatan. Tersangka mengatakan kepada polisi bahwa dia telah menjalani perawatan untuk depresi sejak 2018.

Setelah siswa kelas satu tersebut dilaporkan hilang pada pukul 17.15 waktu setempat, pada hari Senin, polisi dan anggota keluarga mencari di seluruh sekolah dan daerah sekitarnya. Neneknya muncul di ruang audio-visual sekitar pukul 17.50. Gadis itu dibawa ke rumah sakit di mana dia dinyatakan meninggal.

Baca Juga: Ayah dan Anak Pelaku Penikaman hingga Menewaskan Matius Ternacam Hukuman Mati

Choi Sang-mok, menjabat Presiden Korea Selatan setelah Presiden Yoon Suk Yeol dimakzulkan, memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas pembunuhan tersebut dan notifikasi otoritas pendidikan untuk "menerapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk memastikan kejadian seperti itu tidak pernah terjadi lagi."

Para pengunjung meletakkan bunga dan surat belasungkawa di gerbang sekolah, yang ditutup pada Selasa.

(zie/Nusantaraterkini.co)

Sumber: VOA