Nusantaraterkini.co, MEDAN - Timnas Indonesia bisa menjadi juara Grup A pada Piala AFF yang digelar di Stadion Utama Sumatera Utara (SUSU) asalkan anak asuh Nova Arianto bisa mengatasi masalah transisi.
Hal itu dikatakan Pengamat Sepakbola Andry Mahyar Matondang saat ditanya mengenai peluang Timnas Indonesia menjadi juara grup kompetisi tersebut.
Baca Juga : Totalitas Suporter Garuda: Gemuruh Dukungan dari Tribun Hingga Menit Akhir
Andry mengatakan, hal itu dikarenakan pada pertandingan pertama saat menjamu Myanmar kerjasama tim belum terbangun dengan rapi.
Baca Juga : Indonesia Naik ke Ranking 118 FIFA, Erick Thohir: Tetap Membumi dan Fokus!
"Game plain yang diinginkan sang pelatih Nova Arianto tidak berjalan saat menjamu Myanmar," katanya kepada nusantaraterkini.co, Kamis (4/6/2026).
Bisa dikatakan, sebut Andry, tiga gol yang diciptakan Timnas Indonesia bukan dari build up melainkan karena kesalahan pemain lawan, Timnas Myanmar.
Baca Juga : Unggul Babak Pertama, Andry Mahyar: Pressing dan Transisi Timnas Indonesia Bagus
"Gol kedua dan ketiga berhasil menembus gawang Myanmar karena kesalahan pemain bawah mereka yang memberikan assist kepada pemain depan Timnas," ujarnya.
Baca Juga : Indonesia Unggul 1-0 di Babak Pertama Lawan Vietnam di Piala AFF
Mantan eks Manager PSMS Medan ini mengaku untuk gelandang Timnas Indonesia belum ada pemain yang menonjol untuk melakukan pengaturan serangan. Sehingga, masih dikatakan Andry Mahyar, banyak pemain Timnas Indonesia yang bermain long past.
"Sementara untuk pemain bawah kita, masih ada lubang karena salah passing dari sang kapten Timnas saat menjamu Myanmar, dan itu sangat fatal," akunya.
Baca Juga : Rotasi Berbuah Manis, Indonesia U-19 Raih Juara Ketiga Piala AFF U-19 2026
Andaikan saat itu Timnas Indonesia menjamu Thailand, Vietnam atau Malaysia bakal bisa menjadi ancaman bahkan tidak menutup kemungkinan akan berbuah gol.
Baca Juga : Piala AFF U-19 2026: Turunkan Mayoritas Pemain Lapis Kedua, Garuda Ditahan Imbang Kamboja di Babak Pertama
"Kesalahan itu terjadi karena pemain bawah kita salah passing saat melakukan build up," katanya.
Andry Mahyar berpendapat, yang sangat disayangkan adalah, pemain Timnas Indonesia ini merupakan kontestan Piala Dunia U-17. Namun, belum ada performa mereka yang mmenonjol
"Mainnya monoton dan pressing yang mereka lakukan tidak maksimal," ujarnya.
Menurutnya, instruksi pertandingan saat menjamu Myanmar belum berjalan lancar.
"Kalau tidak salah, babak pertama Nova Arianto membuat formasi 3-4-3 atau 4-3-3 dengan dua holding pada babak pertama tidak berperan. Namun, pada menit ke-35 mereka mencoba dengan menggunakan gelandang serang untuk mendukung penyerangan dan ternyata itu efektif sehingga berbuah gol," terangnya.
Ia menilai, timnas Indonesia sering kehilangan bola karena kehilangan passing.
"Transisi juga menjadi masalah sehingga lapangan tengah kosong yang mengakibatkan pemain bawah kita terus melakukan long pass," akunya.
Selain itu, determinasi Timnas Indonesia juga kurang, termasuk juga pressing sehingga mengakibatkan para pemain kehilangan momen dan tidak gairah saat pertandingan.
"Kalau mereka (Timas) tidak berubah, itu akan fatal saat kita berhadapan dengan lawan yang memiliki pola permainan high pressing," ujarnya.
Dengan kata lain, apakah Timas Indonesia tidak bisa menjadi juara grup A, Andry Mahyar menjelaskan kalau para pemain tidak bisa menerapkan materi yang sudah diberi oleh pelatih dan mengaplikasikannya pada pertandingan, jangan harap Timnas Indonesia bisa keluar sebagai juara Grup A.
"Intinya, kalau mereka pola mainnya tidak berubah, saya pesimis Timnas Indonesia bisa keluar sebagai juara Grup A di Piala AFF ini," katanya.
Seharusnya, tambah Andry Mahyar, para pemain Timnas Indonesia bisa mengaplikasikan game plan dari Nova Arianto. Termasuk, kata Andry Mahyar, bagaimana mencari solusi agar komunikasi antar pelatih dan pemain bisa berjalan sesuai rencana.
Kalau itu sudah berjalan, akunya, pesimis itu bisa menjadi optimis bahwa Timnas Indonesia bisa menjadi juara Grup A. Mengenai siapa yang patut diantisipasi di Grup A, Andry Mahyar mengaku Timnas Vietnam.
Mengingat Timnas Vietnam mempunyai pola permainan pressing yang cepat dan tepat. Sehingga, Timnas Indonesia akan kewalahan apabila masih menerapkan pola permainan saat menjamu Myanmar kemarin.
Sedangkan untuk pertandingan kedua melawan Timor Leste, apakah Timnas Indonesia bisa meraih poin kembali? Andry Mahyar menyatakan seharusnya bisa kalau melihat dan menilai secara objektif. Namun, akunya, ini bukan perkara menang.
"Karena menang saja tidak cukup, lebih kepada kualitas mereka. Kita anggap saja, pertandingan kedua ini sebagai ajang pemanasan sebelum melawan Vietnam," katanya seraya menyatakan bukan berarti Timnas Timor Leste tidak bagus.
(Akb/nusantaraterkini.co)
