Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Pemerintah Yunani Waspada, Santorini Diguncang Ratusan Kali Gempa

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Bangunan ikonik yang menjadi destinasi wisata di Pulau Santorini Yunani. (Foto: istockphoto)

Nusantaraterkini.co, SANTORINI - Yunani telah mengumumkan keadaan darurat di Santorini ketika ratusan gempa mengguncang bumi pulau wisata populer itu selama seminggu terakhir. Guncangan gempa lebih menyebabkan 10.000 penduduk dan pekerja dievakuasi.

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, pada Jumat (7/2/2025) mengatakan, pihak berwenang sedang menjaga peningkatan aktivitas seismik di Pulau Santorini. Mitsotakis juga mentransmisikan agar masyarakat tetap tenang dan mengikuti saran dari layanan perlindungan sipil.

Pihak-pihak yang berwenang telah mengumumkan tingginya risiko tanah longsor di beberapa bagian pulau tersebut dan telah menutup sekolah-sekolah, mengirim tim penyelamat, dan menyarankan penduduk untuk menghindari pertemuan di dalam ruangan serta pelabuhan yang dikelilingi oleh permukaan batu terjal.

Baca Juga: Pemerintah Yunani Waspada, Pulau Santorini Diguncang hingga 200 Kali Gempa

Militer, pemadam kebakaran, dan polisi telah dikerahkan sebagai tindakan pencegahan. Sejumlah tindakan juga telah terjadi di pulau Amorgos, Ios dan Anafi.

“Saya ingin meyakinkan penduduk Santorini dan pulau-pulau sekitarnya, yang sedang diuji akhir-akhir ini, bahwa mekanisme negara ada di pihak mereka,” kata Mitsotakis saat kunjungan singkat ke pulau tersebut untuk memeriksa kesiapannya.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 6.2 Aceh Selatan, Masyarakat Berlarian, BNPB Pastikan Tidak Ada Korban Jiwa

“Kami berharap fenomena ini segera berakhir dan pulau ini kembali normal,” seraya menambahkan bahwa kesiapsiagaan dan pencegahan sangatlah penting.

Yunani, yang terletak di banyak jalur patahan, adalah salah satu negara paling rawan gempa di Eropa. Namun aktivitas seismik yang tinggi di wilayah Santorini belum pernah terjadi sebelumnya, kata para ahli seismologi. Para ahli juga diperingatkan bahwa aktivitas tersebut dapat berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

(Zie/Nusantaraterkini.co)

Sumber: VOA