Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

PLN Unit Sumsel Jambi dan Bengkulu Sebut Listrik Padam karena Cuaca Ekstrem

WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Lilin menjadi alternatif penerangan saat listrik padam.(foto: ilustrasi)

Nusantaraterkini.coPALEMBANG — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu (S2JB) menyebutkan listrik padam di wilayahnya karena gangguan transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai. Gangguan tersebut disebabkan cuaca ekstrem di sebagian wilayah Sumatra, Jumat (22/5/2026).

Manager Communication PT PLN UID S2JB Iwan Arissetyadhi, mengatakan,

Baca Juga : Pemadaman Listrik Bergilir di Sumut, Bobby Nasution Tegur PLN dan Minta Kompensasi untuk Warga

hingga pukul 23.30 WIB tadi malam, pihaknya berhasil memulihkan sebanyak 139 jalur jaringan dari total 207 jalur jaringan yang terdampak.

“Masyarakat dapat memantau perkembangan informasi melalui aplikasi PLN Mobile maupun kanal komunikasi resmi PLN lainnya,” ujarnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Nusantaraterkini.co, Sabtu (23/5/2026).

Baca Juga : Pemadaman Berulang Pasca-blackout, LAPK Pertanyakan Komitmen PLN

Iwan menjelaskan, gangguan interkoneksi kelistrikan ini, murni disebabkan oleh faktor cuaca ekstrem yang melanda jalur transmisi Muara Bungo-Sungai Rumbai. Sehingga, menyebabkan sebagian wilayah Sumatra ikut terdampak.

Pihak PLN, katanya, terus melakukan percepatan penormalan secara optimal, agar pasokan daya listrik di seluruh area yang mengalami pemadaman dapat segera kembali sampai ke tangan pelanggan. 

Dalam proses penanganan di lapangan, lanjutnya, manajemen PLN menerapkan skema pemulihan sistem yang terukur. Hal ini untuk mengantisipasi adanya gangguan ikatan pada infrastruktur kelistrikan yang sedang diperbaiki.

Petugas teknis fokus menjaga ritme penyaluran daya, agar interkoneksi tetap aman hingga seluruh sisa jalur jaringan yang terdampak bisa kembali beroperasi secara normal tanpa hambatan.

“Penormalan dilakukan secara bertahap dan tetap menjaga keseimbangan antara pasokan dan beban supaya sistem tetap stabil sampai nanti berbeban penuh,” pungkasnya.

(Tia/Nusantaraterkini.co)