Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Prabowo Pangkas Bunga Kredit Mikro Jadi 8% dan Tegaskan Kelanjutan Makan Bergizi Gratis

Editor :  Rozie Winata
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Prabowo di Peresmian Koperasi Merah Putih melalui video teleconferece di Medan, Sabtu (16/5/2026). (Foto: Guitara/nusantaraterkini.co)

Nusantaraterkini.co, MEDAN – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat kecil melalui berbagai program strategis, mulai dari keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga penyediaan kredit murah melalui koperasi.

Hal ini disampaikan Prabowo dalam rangkaian peresmian Koperasi Merah Putih di Nganjuk melalui video teleconferece di Medan, Sabtu (16/5/2026).

Baca Juga : Prabowo Bertemu Jusuf Kalla: Bahas Investasi Rp70 Triliun untuk Swasembada Energi Nasional

Prabowo mengungkapkan, program MBG merupakan aspirasi langsung dari rakyat, khususnya petani dan masyarakat kecil, yang merasa sangat terbantu dalam memenuhi kebutuhan nutrisi keluarga.

Baca Juga : Menaker Serahkan Instrumen Asli Ratifikasi Konvensi ILO 188 kepada Dirjen ILO

"Ke mana-mana saya ketemu rakyat kecil, petani; 'Pak, tolong Pak, MBG jangan diberhentikan. Ini sangat membantu cucu-cucu saya bisa makan, sangat membantu keluarga saya.' Jadi MBG sangat penting," ujar Prabowo menirukan aspirasi warga.

Keberhasilan program tersebut, menurut Prabowo, kini ditopang oleh infrastruktur Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, serta akan segera disusul oleh pembentukan Desa NelayaMB

Baca Juga : Harga Telur Anjlok, DPR Desak BGN Optimalkan Penyerapan Lewat Program MBG

Langkah ini merupakan bagian dari visi besar pemerintah untuk mendorong hilirisasi dan industrialisasi di tingkat akar rumput.

Baca Juga : Dilantik jadi Kepala BGN, Nanik S. Deyang Tekankan Efisiensi dan Refocusing Penerima Manfaat Program MBG

Ia menjelaskan, koperasi akan menjadi ujung tombak dalam menyalurkan kredit murah bagi rakyat guna mendukung aktivitas produktif mereka.

Salah satu poin krusial yang ditegaskan Prabowo adalah keadilan dalam akses keuangan. Ia menyoroti ketimpangan suku bunga kredit yang selama ini mencekik pelaku usaha mikro, seperti para ibu di desa yang mengikuti program Mekar (PNM).

Prabowo menceritakan instruksinya kepada Menteri Keuangan untuk menurunkan suku bunga kredit super mikro yang sebelumnya mencapai 24%.

"Tadinya bunganya itu 24%, 22%. Saya perintahkan harus turun di bawah 10%. Akhirnya Menteri Keuangan dan Danantara; 'Sudah Pak, 8%.' Delapan lagi," seloroh Prabowo merujuk pada angka favoritnya.

Ia mengkritik keras sistem lama di mana pengusaha besar bisa mendapatkan bunga 9%, sementara rakyat kecil atau "emak-emak" di kampung harus menanggung bunga hingga 24%.

"Itu enggak benar, kita ubah. Nanti untuk semua rakyat juga kita akan beri kredit yang relatif murah melalui gerai lembaga keuangan di koperasi ini," pungkasnya.

(Cw4/Nusantaraterkini.co)