Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Prabowo Serahkan Jet Rafale dan Rudal Meteor, DPR: Perkuat Kedaulatan RI

Editor :  Rozie Winata
Reporter :  Luki Setiawan
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Oleh Soleh mengomentari penyerahaan enam unit jet tempur Rafale dan Alutista dari Presiden Prabowo kepada TNI. (Foto: istimewa)

Nusantaraterkini.co, JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI Oleh Soleh mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto menyerahkan enam unit jet tempur Rafale serta sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) modern kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Selain enam jet tempur Rafale, alutsista yang diserahkan meliputi satu unit pesawat Airbus A400M Atlas MRTT, empat unit pesawat Dassault Falcon 8X, Radar GCI GM403, serta sistem persenjataan modern berupa rudal Meteor dan Smart Weapon Hammer.

Baca Juga : Mensesneg Bantah Isu Reshuffle, Tegaskan Hanya Ada Dua Pelantikan di Istana

Menurut Oleh Soleh, penambahan alutsista tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem pertahanan nasional di tengah dinamika geopolitik global yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.

Baca Juga : Komisi VI Dukung Rel Banda Aceh-Bandar Lampung, Minta Jalur Eksisting Dioptimalkan

“Penyerahan jet tempur Rafale dan berbagai alutsista modern lainnya akan semakin memperkuat pertahanan Indonesia. Penambahan alutsista ini sangat penting, terlebih dalam situasi geopolitik dunia yang tidak menentu seperti saat ini,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Ia menilai, penguatan alutsista akan berdampak signifikan terhadap kesiapan Indonesia dalam menjaga kedaulatan negara, baik di wilayah udara, laut, maupun darat.

“Dengan penambahan alutsista, Indonesia akan memiliki kemampuan yang semakin kuat untuk menjaga pertahanan udara, laut, dan darat. Ancaman bisa datang kapan saja dan dari mana saja. Karena itu, Indonesia harus selalu siap menghadapi segala bentuk ancaman,” tegasnya.

Oleh Soleh juga menyoroti berbagai konflik internasional yang tengah terjadi, termasuk eskalasi ketegangan di Timur Tengah, sebagai pelajaran penting bagi setiap negara untuk memiliki sistem pertahanan yang kuat.

“Perang yang terjadi di Timur Tengah, antara Amerika, Israel, dan Iran, menyadarkan kita semua bahwa pertahanan sebuah bangsa sangat penting dan sangat menentukan kedaulatan negara. Bangsa yang pertahanannya lemah akan sangat rawan terhadap ancaman maupun serangan dari pihak lain,” katanya.

Ia berharap modernisasi alutsista yang terus dilakukan pemerintah dapat menjadi fondasi kuat bagi Indonesia dalam menjaga stabilitas nasional, melindungi wilayah kedaulatan, serta memperkuat posisi Indonesia di tengah percaturan global.

(LS/Nusantaraterkini.co)