nusantaraterkini.co, MEDAN - Iran mengumumkan kematian Presiden Ebrahim Raisi pada kecelakaan helikopter di Varzeghan, Provinsi Azerbaijan Timur di Iran pada Senin (20/5/24). Dia dinyatakan mati syahid.
"Pelayan bangsa Iran, Ayatollah Ebrahim Raisi, sudah mencapai tingkat kesyahidan tertinggi saat melayani negara," ucap laporan televisi Pemerintah Iran serta kantor berita Mehr seperti dikutip dari Reuters.
Saat mengumumkan kematian Raisi pada usia 63 tahun, televisi pemerintah menayangkan foto-foto mendiang presiden. Mereka juga melantunkan pembacaan ayat suci Al-Quran.
Baca Juga : Helikopter Jatuh di Bali karena Terlilit Tali Layangan, Ini Kronologisnya
Laporan pejabat Iran, Raisi meninggal dunia akibat kecelakaan helikopter. Selain Raisi, Menlu hingga Gubernur yang berada di heli sama turut pula dinyatakan tewas.
Media Iran Tasnim mengungkap ada sembilan orang di dalam heli itu, rinciannya:
1. Presiden Ebrahim Raisi
Baca Juga : Hebohkan Warga Paku Sengkunyit, Pria 47 Tahun Ditemukan Tewas Membusuk di dalam Rumah
2. Menlu Hossein Amir-Abdollahian
3. Gubernur Provinsi Azerbaijan Timur Malek Rahmati
4. Imam Tabriz Mohammad Ali Alehashem
Baca Juga : IPDN Tegaskan Tak Ada Kekerasan di Balik Kematian Calon Praja Maulana Izzat: Korban Sempat Mengeluh Lemas
5. Pilot
6. Kopilot
7. Kepala kru
8. Kepala keamanan
9. Pengawal
Kantor berita IRNA melaporkan, penyebab jatuhnya heli adalah cuaca buruk. Saat kejadian pada Minggu (19/5) siang, cuaca di sekitar lokasi jatuhnya heli Raisi sedang berkabut tebal.
Keterangan Bulan Sabit Merah Iran, heli pembawa Raisi hancur lebur. Lokasi tempat ditemukannya puing heli yang membawa Raisi tepatnya di wilayah Jolfa, Provinsi Azerbaijan Timur, Iran.
Sebelum heli jatuh, Raisi meresmikan bendungan bersama Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev di perbatasan kedua negara.
(Dra/nusantaraterkini.co)
