Otomatis
Mode Gelap
Mode Terang

Prof Juwono Sudarsono, Sang Arsitek Sipil di Tubuh Militer Indonesia Meninggal Dunia

Reporter :  Redaksi
WhatsApp LogoTemukan Nusantaraterkini.co di WhatsApp!!
Prof Dr Juwono Sudarsono, sosok intelektual yang meletakkan fondasi kuat bagi hubungan sipil-militer di era Reformasi, dikabarkan tutup usia pada Sabtu (28/3/2026).(foto:istimewa)

Nusantaraterkini.coJAKARTA – Bangsa Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya, Prof Dr Juwono Sudarsono, sosok intelektual yang meletakkan fondasi kuat bagi hubungan sipil-militer di era Reformasi, dikabarkan tutup usia pada Sabtu (28/3/2026). Tokoh yang dikenal sebagai "begawan pertahanan" ini mengembuskan napas terakhirnya di RSPI Pondok Indah, Jakarta Selatan, pada pukul 13.45 WIB.

​Lahir pada 5 Maret 1942, Prof Juwono bukan sekadar akademisi biasa. Ia mencatatkan sejarah sebagai warga sipil pertama yang dipercaya menjabat Menteri Pertahanan (Menhan) di tengah transisi politik yang krusial. Kepergiannya di usia 84 tahun menjadi kehilangan besar bagi dunia diplomasi dan keamanan nasional.

Baca Juga : Wapang TNI Dampingi Menhan RI Tinjau Yonif TP 888, Perkuat Pertahanan Negara

"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Telah berpulang ke Rahmatullah, Prof Dr Juwono Sudarsono, Menteri Pertahanan era Kabinet Indonesia Bersatu, pada Sabtu siang di RSPI Pondok Indah," tulis keterangan resmi yang diterima redaksi.

Baca Juga : Kabar Gembira! Wartawan Kini Bisa Berobat Gratis di RSPPN Panglima Soedirman Mulai 5 Oktober

​Prof Juwono dikenal memiliki kecerdasan yang tajam namun tetap rendah hati. Lulusan University of California, Berkeley ini memiliki rekam jejak pengabdian yang melintasi berbagai era kepemimpinan nasional.

​Era Transisi, menjabat Menteri Negara Lingkungan Hidup (1998) dan Menteri Pendidikan (1998-1999).

Baca Juga : Lepas Jenazah Alex Noerdin, Herman Deru Komitmen Lanjutkan Estafet Pembangunan Sumsel

​Era Reformasi: Menjadi Menhan sipil pertama di bawah Presiden Gus Dur (1999–2000).

Era Diplomasi, mengemban amanah sebagai Duta Besar RI untuk Inggris (2003–2004).

Baca Juga : Berpulangnya Sang Teladan Kesederhanaan: Eyang Meri Hoegeng Tutup Usia di Usia Satu Abad ​

Era Stabilitas: Kembali menjabat Menhan selama satu periode penuh di bawah Presiden SBY (2004–2009).

​Di bawah kepemimpinannya, Kementerian Pertahanan mulai bertransformasi menjadi lembaga yang lebih modern dan akuntabel. Ia sukses menjembatani kebutuhan militer dengan prinsip-prinsip demokrasi, sebuah tugas yang dianggap mustahil oleh banyak pihak pada waktu itu.

​Kini, sang arsitek pertahanan itu telah tiada. Namun, warisan pemikiran dan integritasnya akan tetap hidup dalam setiap jengkal kebijakan pertahanan Indonesia yang berdaulat. 

(Emn/Nusantaraterkini.co)